Aceh Utara, newsataloen.com – SMAN 1 Lhoksukon terus memperkuat posisinya sebagai pelopor pelestarian lingkungan di Kabupaten Aceh Utara. Memanfaatkan momen bersejarah peringatan 800 tahun Kerajaan Samudra Pasai, sekolah peraih predikat Adiwiyata Mandiri ini menggelar aksi kampanye Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) di lapangan kantor Bupati Aceh Utara
Hubungan sejarah yang kuat dan pelestarian lingkungan dinilai menjadi kombinasi penting untuk membangun generasi masa depan yang peduli pada bumi.
Kepala Sekolah SMAN 1 Lhoksukon, Zulkifli, S.Pd, kepada media ini, Senin (14/9/2026) menyatakan bahwa gerakan aksi nyata lewat kampanye peduli lingkungan hidup pada Jum'at (12/9/2026) sore, bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, asri, dan berkelanjutan. Program ini bukan sekadar pemenuhan standar estetika, melainkan upaya membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap masa depan bumi.
Aksi ini dimotori oleh Tim Adiwiyata SMAN 1 Lhoksukon, Muhammad Reza dan Hijjatul Amarlina, serta didampingi oleh para guru pendamping, yaitu Zulkifli, S.Pd, Khairitia Mardiani, S.Pd, dan Cut Nilawati, S.IP.
Guna menciptakan lingkungan belajar yang sehat, asri, dan berkelanjutan, SMAN Negeri 1 Lhoksukon secara konsisten menjalankan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Langkah nyata ini diwujudkan melalui penerapan lima pilar utama yang melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga staf.
Berikut adalah lima pilar utama aksi lingkungan yang sukses dijalankan di sekolah:
1. Komitmen Kebersihan, Sanitasi, dan Penataan Drainase
Sekolah memastikan lingkungan belajar tetap higienis dengan menggalakkan aksi Piket Harian dan Jumat Bersih secara massal. Selain itu, seluruh warga sekolah rutin bergotong-royong merawat drainase guna mencegah banjir dan membasmi jentik nyamuk. Fasilitas sanitasi pun ditingkatkan dengan menyediakan tempat cuci tangan di setiap kelas serta menjaga toilet tetap bersih dan wangi.
2. Pelestarian Keanekaragaman Hayati (Biodiversity)
Guna memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH), sekolah mengoptimalkan penanaman pohon peneduh dan tanaman hias melalui program Taman Kelas. Area sekolah juga diperkaya dengan Apotek Hidup yang membudidayakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Sebagai sarana edukasi, setiap pohon di sekolah kini dilengkapi dengan label nama latin (Pohon Belajar).
3. Manajemen Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Sekolah menerapkan sistem pemilahan sampah dengan menyediakan tempat sampah terpisah untuk kategori organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Sampah organik seperti daun kering dan sisa makanan diolah secara mandiri menjadi pupuk kompos. Sementara itu, sampah plastik dan kertas disalurkan melalui Bank Sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan bernilai jual. Program ini diperkuat dengan gerakan Diet Plastik yang mengimbau siswa membawa tumbler dan kotak makan sendiri.
4. Langkah Nyata Konservasi Energi
Penghematan energi dilakukan melalui pembiasaan mematikan lampu, kipas angin, AC, dan proyektor saat kelas kosong. Sekolah juga memaksimalkan penggunaan cahaya alami dengan mengoptimalkan ventilasi dan jendela terbuka pada siang hari. Secara bertahap, fasilitas penerangan ruang kelas kini mulai beralih menggunakan lampu LED yang jauh lebih hemat daya.
5. Efisiensi dan Konservasi Air
Guna menjaga cadangan air tanah, sekolah membuat lubang biopori di berbagai titik strategis. Seluruh warga sekolah juga diedukasi untuk menggunakan air secara bijak, menutup keran dengan rapat, serta segera melaporkan kebocoran. Sebagai bentuk efisiensi, sekolah menerapkan sistem guna ulang air bekas (grey water) dengan memanfaatkan sisa air wudhu dan cuci tangan untuk menyiram tanaman.
Melalui sinergi lima pilar ini, SMAN 1 Lhoksukon berharap dapat terus menginspirasi sekolah-sekolah lain serta melahirkan generasi penerus yang memiliki gaya hidup ramah lingkungan (green lifestyle).
Aksi kreatif dan berdampak ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Daerah. Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Utara, Saiful Fata, melalui Tim Pembina Adiwiyata Syamsul Rizal, memuji konsistensi SMAN 1 Lhoksukon dalam menjaga kelestarian alam sekitar dan berharap gerakan ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Aceh Utara. ***

إرسال تعليق