/> Bappeda Aceh Utara Gelar Seminar Samudera Pasai: Dorong Makam Malikussaleh Jadi Museum Hidup

Bappeda Aceh Utara Gelar Seminar Samudera Pasai: Dorong Makam Malikussaleh Jadi Museum Hidup

 


Aceh Utara, newsataloen.com — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Aceh Utara menyelenggarakan Seminar dan Diseminasi Kajian Kesultanan Samudera Pasai bertema "Penelitian, Konservasi, Pelestarian, dan Internalisasi Makam Malikussaleh". Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan 800 Tahun Kesultanan Samudera Pasai, berlangsung di Aula Setdakab Aceh Utara.

Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Utara, Dayan Albar, S.Sos., M.AP., mewakili Bupati. Dalam arahannya, beliau menyampaikan pesan penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, senantiasa menjaga dan merawat memori kolektif bangsa.

"Jangan sampai orang lain lebih tahu tentang sejarah kita dibanding diri kita sendiri," tegas Sekda.

Seminar menghadirkan dua narasumber ahli yang membedah potensi besar Samudera Pasai dari berbagai sudut pandang akademis dan strategis.

Dr. Saifuddin Dhuhri, Lc., MA. memaparkan konsep Living Museum (Museum Hidup) bagi Samudera Pasai. Menurutnya, Pasai bukan sekadar masa lalu yang mati di dalam gedung museum, melainkan warisan, lanskap, dan komunitas yang harus dihidupkan kembali. Melalui pendekatan Persianate Heritage Framework, teknologi digital, dan pelibatan generasi muda, situs seperti Makam Sultan Malik al-Saleh dapat bertransformasi menjadi "kelas tanpa dinding" sekaligus sumber ekonomi kreatif dan pariwisata.

Sementara itu, Prof. Dr. Husni Mubarrak A. Latief, Lc., MA. mengangkat tema Revitalisasi Kesadaran Sejarah Kesultanan Islam Samudera Pasai. Ia menjelaskan bahwa Kesultanan yang berakar sejak 1267 M tidak bisa dipisahkan dari Islam — agama bukan sekadar identitas, melainkan etos pembentuk peradaban. Kesadaran sejarah harus terus ditumbuhkan melalui kajian naskah klasik, arkeologi, dan etnografi agar masyarakat memiliki rasa bangga dan fondasi kuat menatap masa depan.

Kepala Bappeda Aceh Utara, Drs. Adamy, M.Pd., dalam paparannya menegaskan hasil kajian pelestarian dan konservasi sejarah Samudera Pasai akan diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Kabupaten Aceh Utara. Ia berharap, melalui peringatan 800 tahun dan seminar ini, kesadaran kolektif masyarakat terhadap kejayaan masa lampau terus terjaga.

"Jejak peradaban Samudera Pasai tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi benar-benar hidup dan memberi manfaat nyata bagi pembangunan daerah masa kini dan masa depan, " pungkasnya. (tim/red) 

Post a Comment

أحدث أقدم