Bireuen, newsataloen.com - Memasuki bulan Agustus terjadi kemacetan di Kota Bireuen,pada malam hari akibat kenderaan roda dua dan empat,ini menjadi penyebab bahkan suara ganelpot plong mengganggu kenyamanan warga.
Hal ini sesuai laporan warga Kota Bireuen juga pengamatan tim media ini, Sabtu malam atau malam Minggu (01/08), mengatakan terjadi kemacetan di jalan jalan protokol di Kota Juang Bireuen.
Saat malam tiba sampai larut malam,karena warga turun ke Kota Bireuen, bersama keluarganya untuk menikmati pesona malam,yang paling parah di jalan komplek penjualan kuliner,sebab banyaknya warga membeli makanan dan minuman ringan.
Bahkan kenderaan roda dua dan mobil pribadi, lalu-lalang mencari tampat,makan dan minum yang lebih aman, sedangkan kenderaan mareka diparkir di tepi jalan.
Akibatnya parkir kenderaan roda dua dan mobil pribadi,jalan sempit ditambah lagi kios kios jualan berbagai macam makanan dipinggir jalan, ungkap warga sedangkan pihak petugas parkir sama sekali tidak mengarahkan kepada pemilik kenderaan dan parkir sembarangan di tepi jalan.
Nanti setelah pemilik kenderaan mau mengambil kenderaan baru tukang parkir,sibuk mengutip uang parkir tidak ada karcis yang disahkan Pemerintahan Kabupaten Bireuen,hanya baju pengenal,tambah pemilik kenderaan kepada tim media ini.
Yang paling ironi lagi, menurut pemilik kenderaan, parkir untuk membeli sesuatu di toko dalam Kota Bireuen, kadang kala parkiran beberapa ruas kita berhenti tak luput harus kita bayar.
Coba kita bayangkan,harus kita bayar sekitar, dua ribu rupiah perkenderaan roda dua, sedangkan mobil pribadi lebih besar lagi, setiap hari umpamanya sekitar sepuluh kali, keperluan untuk beli sesuatu di Kota Bireuen,habis biaya parkir.
Yang paling celaka lagi karcis parkir tidak dikasih, pemilik kenderaan tidak mengetahui berapa sebenarnya biaya sekali parkir baik kenderaan roda dua dan empat,kami tidak tahu, ungkap sejumlah pemilik kenderaan.
Sejumlah petugas parkir di Kota Bireuen,yang ditanyai hal ini juga tidak ada karcis,yang disahkan Pemerintahan Kabupaten Bireuen,maka kadang kala siapa saja mengutip parkir,warga memberikan uang sesuai yang diminta sebut warga (rizal jibro).

Post a Comment