Selain jajaran kepala daerah, hadir pula Sekda. Dayan Albar, S.Sos., M.A.P, unsur Forkopimda Aceh Utara, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), serta jajaran Muspika Lhoksukon yang berbaur langsung dengan masyarakat sejak pagi hari.
Dalam pelaksanaan shalat Id, Tgk. Jamaluddin Ibrahim bertindak sebagai khatib. Dai asal Dewantara tersebut menyampaikan khutbah mendalam mengenai pentingnya menjaga keimanan, menunaikan kewajiban zakat, serta memperkuat kepedulian sosial melalui ibadah kurban.
Dalam pemaparannya, Tgk Jamaluddin membagi respons manusia terhadap perintah Allah SWT menjadi tiga golongan. Pertama, orang beriman yang taat. Kedua, orang yang mengaku beriman namun selalu mencari alasan untuk menghindar dari kewajiban. Ketiga, orang kafir yang secara terang-terangan menolak perintah-Nya.
"Kehidupan dunia ini hanyalah sementara. Segala harta, kesehatan, dan nikmat yang kita miliki saat ini merupakan titipan yang harus dipertanggungjawabkan di akhirat kelak," ujar Tgk Jamaluddin di hadapan ribuan jemaah.
Ia juga menguraikan makna doa sapu jagat (kebaikan di dunia dan akhirat). Menurutnya, doa ini mencerminkan visi hidup orang beriman yang tidak hanya mengejar materi duniawi, tetapi juga mempersiapkan bekal untuk akhirat.
Dalam pelaksanaan shalat Id, Tgk. Jamaluddin Ibrahim bertindak sebagai khatib. Dai asal Dewantara tersebut menyampaikan khutbah mendalam mengenai pentingnya menjaga keimanan, menunaikan kewajiban zakat, serta memperkuat kepedulian sosial melalui ibadah kurban.
Dalam pemaparannya, Tgk Jamaluddin membagi respons manusia terhadap perintah Allah SWT menjadi tiga golongan. Pertama, orang beriman yang taat. Kedua, orang yang mengaku beriman namun selalu mencari alasan untuk menghindar dari kewajiban. Ketiga, orang kafir yang secara terang-terangan menolak perintah-Nya.
"Kehidupan dunia ini hanyalah sementara. Segala harta, kesehatan, dan nikmat yang kita miliki saat ini merupakan titipan yang harus dipertanggungjawabkan di akhirat kelak," ujar Tgk Jamaluddin di hadapan ribuan jemaah.
Ia juga menguraikan makna doa sapu jagat (kebaikan di dunia dan akhirat). Menurutnya, doa ini mencerminkan visi hidup orang beriman yang tidak hanya mengejar materi duniawi, tetapi juga mempersiapkan bekal untuk akhirat.
"Orang yang beriman yakin akan adanya hari pembalasan. Oleh karena itu, mereka tidak akan ragu membagikan sebagian rezekinya untuk membantu sesama, baik melalui zakat maupun sedekah," tambahnya.
Tgk Jamaluddin juga mengajak jemaah untuk meneladani keteguhan iman kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS saat menerima perintah kurban dari Allah SWT. Keteguhan iman inilah yang menyelamatkan mereka dari godaan iblis.
"Ibadah kurban mengajarkan kita untuk mengikis sifat kikir dan egois. Hewan kurban yang disembelih hari ini harus menjadi jembatan sosial untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu," jelasnya.
Di akhir khutbah, ia mengingatkan bahwa esensi Iduladha adalah berbagi kebahagiaan. Bantuan daging kurban diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat miskin sekaligus mempererat silaturahmi.
Sementara itu, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat tali silaturahmi. Ia juga meminta warga menjaga kekompakan demi kemajuan Aceh Utara.
Usai melaksanakan rangkaian ibadah shalat Iduladha, Bupati Ayahwa menyerahkan secara simbolis satu ekor sapi kurban kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM) setempat. Penyerahan hewan kurban ini menjadi simbol kepedulian pemerintah daerah sekaligus bentuk rasa syukur dalam momentum hari besar umat Islam. (tim/red).


Post a Comment