![]() |
| Muhammad Raji Firdana |
Banda Aceh, newsataloen.com – Bendahara DPW Partai NasDem Aceh yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Muhammad Raji Firdana, menyoroti polemik sampul majalah Tempo edisi terbaru yang dinilai menuai kontroversi. Ia menyatakan sikap NasDem Aceh yang menyayangkan konten yang ditampilkan dalam cover tersebut.
“Terkait isu tentang cover majalah Tempo, kami sangat menyayangkan apa yang disajikan oleh majalah Tempo edisi terbaru itu,” kata Raji, Selasa, 14 April 2026.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Partai NasDem tetap mendukung kebebasan pers sebagai bagian penting dalam demokrasi. Namun, menurutnya, kebebasan tersebut harus tetap berada dalam batas etika agar tidak merusak nilai-nilai dalam kehidupan berbangsa.
“NasDem adalah partai yang sangat mendukung kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi dan menyadari bahwa seni dan kritik adalah bagian dari demokrasi itu sendiri. Tapi ada etika yang merupakan batas agar kebebasan itu tidak rusak dan seni yang selama ini dianggap bebas juga tidak boleh luput dari etika agar budaya menghormati itu tidak hilang dari kehidupan berbangsa,” katanya.
Raji juga menyinggung sosok Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang dinilainya bukan figur yang anti kritik. Ia menyebut, latar belakang Surya Paloh sebagai tokoh media dan jurnalistik membuatnya memahami peran strategis pers dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Ketua Umum kami, Bapak Surya Paloh, bukan sosok yang anti kritik. Beliau tokoh media dan jurnalistik, memahami fungsi media sebagai alat pengawas, pendidik, wadah aspirasi,m yang seharusnya menjadi pilar demokrasi agar masyarakat tidak mendapatkan informasi yang sesat dengan tetap menjaga persatuan,” ujarnya.
Ia pun mengimbau agar Tempo sebagai salah satu media senior di Indonesia dapat menjadi contoh bagi media lain dalam menyajikan informasi yang berimbang, sekaligus tetap menjaga kebebasan berekspresi tanpa mengabaikan tanggung jawab sosial.
“Saya berharap Tempo sebagai salah satu media senior dapat menjadi rujukan bagi media lain dalam menyajikan informasi yang berimbang, dan tetap menjaga kebebasan berekspresi dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap persatuan dan kesatuan,” pungkasnya. (rls/ops/mi)

Post a Comment