/> Miris! Pasca Banjir Aceh Utara, Ratusan Siswa SMAN 1 Baktiya Belajar di Lantai & Gunakan Tongkat Menuju Kelas

Miris! Pasca Banjir Aceh Utara, Ratusan Siswa SMAN 1 Baktiya Belajar di Lantai & Gunakan Tongkat Menuju Kelas


Aceh Utara, newsataloen.com – Kondisi memprihatinkan melanda SMA Negeri 1 Baktiya pasca musibah banjir yang merendam kawasan tersebut. Ratusan siswa terpaksa mengikuti proses belajar mengajar dengan duduk di lantai (lesehan) akibat fasilitas sekolah yang rusak berat. Tidak hanya itu, akses jalan yang berlumpur dan licin memaksa para siswa menggunakan tongkat kayu untuk bisa mencapai ruang kelas.

Proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Baktiya, Aceh Utara, berlangsung dalam kondisi memprihatinkan pasca diterjang banjir bandang. Ratusan siswa dilaporkan terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan duduk di lantai alias lesehan.

Kepala SMAN 1 Baktiya, Drs. Marzuki, menjelaskan bahwa kerusakan parah pada fasilitas sekolah, khususnya meja dan kursi, menjadi penyebab utama situasi ini. Perabotan sekolah tersebut hancur dan tidak layak pakai setelah terendam banjir dalam waktu yang cukup lama.

"Kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Anak-anak kami terpaksa belajar di lantai karena fasilitas mebel sudah tidak bisa digunakan lagi," ungkap Marzuki saat dikonfirmasi pada Selasa (13/01/2026).

Selain masalah fasilitas di dalam kelas, akses menuju ruang kelas juga penuh tantangan. Lingkungan sekolah masih dipenuhi endapan lumpur tebal yang sangat licin dan berbahaya. Para siswa bahkan harus menggunakan bantuan tongkat kayu agar tidak terpeleset saat berjalan menuju gedung sekolah.

"Akses menuju kelas sangat ekstrem, berlumpur dan licin. Siswa butuh tongkat kayu untuk menjaga keseimbangan. Ini pertaruhan keselamatan demi menuntut ilmu," tambahnya.

Marzuki berharap pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait segera memberikan bantuan. Pihaknya khawatir semangat belajar para siswa akan padam jika kondisi ini terus berlanjut tanpa ada perbaikan fasilitas yang memadai.

"Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan. Pendidikan anak-anak tidak boleh dikorbankan karena bencana ini. Kami butuh uluran tangan segera agar KBM kembali normal dan manusiawi," tegas Marzuki

Potret buram pendidikan di SMAN 1 Baktiya ini diharapkan menjadi perhatian serius pemangku kepentingan agar proses belajar mengajar dapat kembali normal dan manusiawi bagi para generasi penerus bangsa di Aceh Utara. (tim/red)

Post a Comment

أحدث أقدم