/> Mustafa Glanggang Mantan Bupati Bireuen, Bersama Awang Idris Membantu Warga Aceh Taming

Mustafa Glanggang Mantan Bupati Bireuen, Bersama Awang Idris Membantu Warga Aceh Taming

 




Kualasimpang, newsataloen.com - Tim relawan Mustafa A Glanggang Mantan Bupati Bireuen, berkabolorasi dengan Alhaj Awang Idris dari Negeri Brunei Darussalam, Kemarin menyambut tahun 2026 di Kota Kuala Simpang membantu warga Desa Rimba Sawang Kecamatan Tenggulun Aceh Taming.

Bantuan berupa beras, minyak makan, obat-obatan, sejumlah perangkat alat shalat dan sejumlah makanan ringan untuk anak-anak serta pakaian dalaman wanita, diserah langsung Awang Idris bersama tim Mustafa.

Awang Idris merasa sedih dan pilu menyaksikan korban banjir di Aceh. Khusus di kota Kuala Simpang Ibukota Taming bagaikan kota mati sepertinya Gazanya Aceh. "Saya pernah ke Gaza. Hampir sama seperti di kota ini," kata Idris sambil meneteskan air mata.

Mustafa Glanggang menyebutkan, tim Brunei memilih Desa Rimba Sawang yang jaraknya sekitar 25 km dari Kuala Simpang dalam rangka pemerataan bantuan untuk masyarakat korban banjir longsor di daerah pedalaman.

Menurut Ibu Ani seorang kepala sekolah SD negeri Rimba Sawang, kepada Mustafa A Glanggang menceritakan, air mencai 5 sampai 6 meter, Ibu Ani yang pernah menjadi guru olah raga terpaksa berenang membantu anak-anak dan orang tua yang membutuhkan.

Pertolongan ketempat yang lebih tinggi.

Bahkan Ibu Ani satu ini sempat viral dalam tanyang TV nasional swasta belum lama ini. Disebutkan sebagai wanita pemberani membantu warganya.

Selama perjalanan dari Kuala Simpang ke desa Rimba Sawang itu, kelihatan sejumlah rumah sudah hancur diterpa bancir, air sungai pun masih kelihatan meluap kedalam perkebunan sawit.

Karena Desa Rimna Sawang itu sendiri di keliling perkebunan sawet milik perusahaan (PT) warga luar Aceh. Mustafa A Glanggang yang pernah menangani bencana Tsunami 2004 lalu sebagai Bupati Bireuen 2002-2007 lalu. Berkeyakinan warga yang jauh dari pusat Pemerintah Kantor Bupati cendrung terabaikan. Hal ini terbukti di Desa Sawang keadaan menyedihkan seperti kurang perhatian baik dari Pemerintah maupun donatur dan lembaga sosial/LSM lainnya.

Rombongan Awang Idris ikut sertakan Abdul Latif dan Farhan berjanji sepulang dari Aceh Teuming akan kembali lagi untuk membantu lebih banyak lagi warga Aceh terimbas Banjir dan longsor. (rel/rizal jibro).

Post a Comment

أحدث أقدم