Aceh Utara, newsataloen.com – Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah Aceh Utara justru menunjukkan komitmennya dengan mengirimkan tim relawan ke kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong-royong masyarakat Aceh, khususnya di sektor pendidikan, tetap kokoh meski berada di bawah tekanan bencana alam.
Koordinasi yang cepat dan tanggap ini mencerminkan betapa pentingnya sinergi antarwilayah dalam menghadapi tantangan iklim yang kian ekstrem di awal Januari ini.
Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Aceh Utara, Muhammad Johan, dalam keterangannya kepada media ini, Jum'at (2/1/2026) mengatakan, pihaknya telah memberangkatkan puluhan personil untuk bergerak ke titik-titik krusial di Aceh Timur dan Aceh Tamiang. Aksi ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan terorganisir dengan baik.
"Meskipun kondisi di Aceh Utara sendiri Terdampak banjir, kami merasa memiliki kewajiban untuk membantu saudara-saudara kita di wilayah lain membutuhkan perhatian yang sangat mendesak. Kami telah mengirimkan sebanyak 60 personil relawan ke Aceh Timur untuk membantu proses evakuasi maupun pembersihan fasilitas pendidikan pascabanjir di sana," ujar Muhammad Johan.
Tidak berhenti di situ, komitmen Cabdin Aceh Utara meluas hingga ke ujung timur provinsi. Johan menambahkan bahwa pada hari ini, pihaknya juga memobilisasi gelombang relawan menuju Kabupaten Aceh Tamiang.
"Hari ini, kami kembali memberangkatkan 70 orang relawan tambahan ke Aceh Tamiang. Jadi total ada 130 personil dari unsur pendidikan Aceh Utara yang terjun langsung ke lapangan. Fokus utama kita adalah memastikan bahwa dampak banjir pada sektor pendidikan dapat segera tertangani agar anak-anak didik kita di sana tidak terlalu lama kehilangan waktu belajar," tegasnya.
Bencana banjir bandang baru-baru ini, tidak hanya merusak bangunan sekolah, tetapi juga mengguncang kondisi psikososial siswa dan guru. Merespon kondisi tersebut, tim relawan yang diberangkatkan terdiri dari tenaga pendidik, staf kependidikan, hingga unsur pendukung lainnya yang dibekali dengan logistik.
Dalam misi kemanusiaan, tim relawan diberikan mandat membantu pembersihan material lumpur di sekolah-sekolah, menyelamatkan dokumen penting pendidikan yang merupakan kebutuhan paling mendesak.
“Dengan adanya ratusan relawan pendidikan di lapangan, diharapkan proses pemulihan psikososial bagi guru dan siswa di Aceh Timur dan Aceh Tamiang dapat berjalan lebih cepat,” pungkasnya. (tim/red).


Post a Comment