Aceh Utara, newsataloen.com - Roda perekonomian dan mobilitas warga pedesaan di pedalaman Aceh Utara kini bersiap berdenyut lebih kencang. Di tengah rimbunnya kawasan perbukitan Desa Krung Mbang, Kecamatan Geureudong Pase, sebuah asa baru tengah dibangun seiring bergesernya kepingan-kepingan konstruksi besi dan kayu yang membentuk jembatan penghubung. Jumat (30 Oktober 2026).
Jembatan gantung perintis sepanjang 106 meter dengan lebar 1,2 meter ini bukan sekadar bangunan fisik biasa. Ia adalah urat nadi vital yang selama ini dinantikan oleh masyarakat untuk memperlancar berbagai aktivitas harian serta mobilitas antarwilayah.
Di lapangan, kerja keras itu tampak nyata lewat kehadiran Babinsa Koramil 27/Geureudong Pase, Serka Eko Supriyono. Tanpa canggung, ia turun langsung mendampingi serta membantu pengerjaan fisik di lokasi yang kini telah menyentuh angka progres 70 persen.
Geliat pembangunan ini tentu tidak instan. Di balik bentangan kokoh jembatan dengan tinggi 3 meter serta struktur abutment selebar 3,5 meter ini, tersimpan perjuangan panjang. Mulai dari tahap pengecoran pondasi tepi jauh dan tepi dekat, mendirikan besi gapura, hingga penarikan tali seling baja utama melintasi aliran sungai.
Kini, fokus pekerjaan di lapangan diarahkan pada ketelitian tinggi, menyatukan rangka baja melalui proses pengelasan serta merangkai satu demi satu papan lantai jembatan agar kokoh dilalui.
Bagi warga Desa Krung Mbang, rampungnya jembatan ini kelak akan membuat aktivitas warga kembali lancar dan aman. Kehadiran Babinsa yang konsisten bersama warga dalam pembangunan ini membuktikan komitmen TNI untuk selalu hadir memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat akan kemudahan akses, keselamatan, dan kesejahteraan di desa. ***

إرسال تعليق