Aceh Utara, newsataloen.com - Upaya TNI menyambung kembali akses warga terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak putusnya akses transportasi. Salah satunya melalui pembangunan jembatan perintis di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Rabu (30 September 2026).
Jembatan gantung tersebut nantinya akan menjadi penghubung bagi warga Dusun Cot Calang dan Lhok Baro, Kecamatan Sawang. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses akibat belum tersedianya jalur penghubung yang memadai.
Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si., menjelaskan, pihaknya terus berjibaku bersama masyarakat untuk membuka dan menyambung kembali akses warga melalui pembangunan jembatan perintis tersebut.
Jembatan yang dibangun memiliki panjang sekitar 115 meter dengan lebar 2,4 meter. Saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 21 persen.
“Pembangunan ini terus kita lakukan bersama masyarakat agar akses warga dapat kembali tersambung. Kami akan terus berupaya mempercepat pengerjaan sesuai kondisi di lapangan,” ujar Faisal.
Proses pembangunan di lapangan juga terus dipantau oleh Babinsa Koramil 19/Sawang, Serda Dedy Karkridiyanto. TNI bersama masyarakat bergotong royong mengerjakan berbagai tahapan pembangunan, termasuk pembuatan jembatan darurat.
Jembatan darurat tersebut dibuat sebagai akses untuk melangsir material menuju titik abutment di sisi tepi jauh. Dengan dukungan masyarakat, proses pengerjaan diharapkan dapat terus berjalan sehingga jembatan perintis segera rampung dan bisa dimanfaatkan warga.
Pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari upaya TNI bersama masyarakat dalam membuka kembali akses antardusun sekaligus mendukung aktivitas sehari-hari warga di wilayah pedalaman Kecamatan Sawang, Aceh Utara. ***

إرسال تعليق