/> Makodim 0103/Aceh Utara Di Gruduk Puluhan Masa, Ada Apa? ‎

Makodim 0103/Aceh Utara Di Gruduk Puluhan Masa, Ada Apa? ‎

 ‎ 


‎Lhokseumawe, newsataloen.com - Dalam rangka mendukung kondusivitas keamanan wilayah, prajurit TNI dari Kodim 0103/Aceh Utara menggelar simulasi dan latihan Pasukan Huru Hara (PHH) di Makodim setempat, di Jalan Iskandar Muda, Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Rabu (16 September 2026).

‎Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, 15 hingga 16 September 2026, dengan melibatkan 85 prajurit yang merupakan perwakilan dari seluruh Koramil dan Pos Ramil di bawah jajaran Kodim 0103/Aceh Utara.

‎Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Faisal S.Sos., M.Si., melalui Pasi Ops Kapten Inf Salman Farisi mengatakan, latihan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan pimpinan sekaligus untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu kondusivitas wilayah.

‎“Menindaklanjuti arahan atasan, kita melaksanakan kegiatan simulasi pengamanan. Mengingat akhir-akhir ini sering terjadi kegiatan aksi damai, maka dari itu Kodim 0103/Aceh Utara melaksanakan pelatihan PHH selama dua hari,” ujar Salman.

‎Menurutnya, latihan tersebut juga bertujuan mengantisipasi apabila terjadi aksi masyarakat yang ditujukan kepada satuan atau personel TNI, termasuk ketika personel TNI diminta membantu kepolisian dalam pengamanan aksi massa yang berkembang menjadi tidak kondusif.

‎Dalam latihan tersebut, personel diberikan sejumlah skenario untuk menghadapi situasi massa. Salah satu skenario yang diterapkan adalah adanya isu sejumlah masyarakat hendak mendatangi dan melakukan demonstrasi di Makodim karena mendapat informasi bahwa salah seorang warga mereka ditahan di dalam makodim.

‎Dalam simulasi, perwakilan masyarakat terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan petugas jaga. Namun, petugas menyampaikan bahwa tidak ada warga sebagaimana yang dituduhkan masyarakat.

‎Meski telah mendapatkan penjelasan, massa dalam skenario tersebut tetap memaksa masuk untuk menemui Dandim. Petugas jaga kemudian kembali menyampaikan bahwa Dandim tidak berada di tempat. Namun, massa tetap berupaya menerobos masuk.


Situasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi petugas jaga untuk meminta bantuan tim PHH guna melakukan pengamanan dan membubarkan massa. Tim PHH selanjutnya bergerak sesuai prosedur hingga massa berhasil dibubarkan.

‎Sementara itu, Pasi Ops Batalyon B Pelopor Brimob Polda Aceh AKP Tomi Samsudin Siregar, S.Sos., mengatakan pihaknya turut memberikan pelatihan kepada personel TNI, mulai dari pengenalan alat, materi dasar PHH, hingga simulasi dan penerapan tindakan dalam menghadapi aksi massa.

‎“Materinya mulai dari pengenalan alat, materi dasar PHH, sampai simulasi dan mengaplikasikan tindakan apabila ada kejadian aksi massa,” kata Tomi.

‎Ia menjelaskan, latihan tersebut bertujuan agar personel memiliki kemampuan dalam mengantisipasi massa sehingga tidak memasuki objek atau area yang menjadi sasaran aksi.

‎Tomi menambahkan, selama dua hari memberikan pelatihan, pihaknya tidak mengalami kendala. Hal itu didukung kerja sama yang baik antara personel Brimob dan TNI selama kegiatan berlangsung.

‎“Tidak ada kesulitan dalam melatih personel TNI selama dua hari terakhir. Karena adanya kerja sama yang baik, sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

‎Ia berharap kemampuan yang diperoleh melalui latihan tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan personel Kodim 0103/Aceh Utara dalam membantu mengantisipasi apabila terjadi aksi massa yang berkembang menjadi situasi tidak kondusif di wilayah.

‎Dengan adanya latihan tersebut, personel diharapkan memiliki kesiapan dan pemahaman terhadap prosedur pengamanan dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi di lapangan. ***

Post a Comment

أحدث أقدم