/> Piala Bupati–Wakil Bupati Cup II 2026 Resmi Ditutup: Kutamakmur Juara, 20 Pemain Terbaik Disiapkan Wakili Aceh Utara

Piala Bupati–Wakil Bupati Cup II 2026 Resmi Ditutup: Kutamakmur Juara, 20 Pemain Terbaik Disiapkan Wakili Aceh Utara


Aceh Utara, newsataloen.com — Turnamen Sepak Bola Antar-Kecamatan Piala Bupati dan Wakil Bupati Cup II Aceh Utara Tahun 2026 resmi berakhir setelah berlangsung sejak 2 hingga 14 Agustus 2026. Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, S.Ikom., menutup gelaran ini secara resmi pada Jumat (14/8/2026) malam di Stadion Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu.

Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 20 tim kecamatan yang memperebutkan total hadiah senilai Rp53 juta, lengkap dengan medali, trofi tetap, piala bergilir, serta penghargaan Top Skor dan Pemain Terbaik. Sementara, piala diserahkan oleh Bupati Aceh Utara, H.Ismail A.Jalil

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pemilihan tiga lokasi pertandingan merupakan strategi pemerataan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Ketiga venue tersebut, yakni Lapangan Matang Drien, Kecamatan Tanah Jambo Aye — wilayah timur, Lapangan Simpang Mulieng, Kecamatan Syamtalira Aron — wilayah tengah. Kemudian, Stadion Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu — wilayah barat. 

"Dari timur kita menyapa, dari tengah kita menyatukan, dan dari barat kita merangkul. Tiga tempat, tiga penjuru, namun satu tujuan: menyatukan Aceh Utara melalui olahraga," ujar Tarmizi.

Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini dirancang sebagai fondasi membangun ekosistem olahraga berkelanjutan. Pembinaan yang dimulai dari desa dan kecamatan diharapkan kelak mampu melahirkan atlet berprestasi.

Tarmizi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kecamatan peserta, pemain, pelatih, wasit, panitia — khususnya Dinas Disporaparekraf Aceh Utara — serta masyarakat yang memadati tribun penonton.

"Piala mungkin berpindah ke tangan sang juara, tetapi semangat olahraga tetap tinggal di hati kita semua," tegasnya.

Partai puncak mempertemukan Kecamatan Kutamakmur melawan Tanah Jambo Aye — laga sarat gengsi karena Tanah Jambo Aye merupakan kampung halaman Bupati Aceh Utara, sedangkan Kutamakmur adalah kampung halaman Ketua DPRK Aceh Utara. Ribuan penonton memadati stadion, termasuk Ketua KONI Aceh, Pon Yaya, dan sejumlah pejabat daerah.

Tanah Jambo Aye lebih dulu unggul lewat dua gol Munir (menit 24 dan 35). Kutamakmur memperkecil lewat Ewok sebelum jeda. Babak kedua, Kutamakmur berbalik unggul lewat gol Sahal Anwar (53') dan Khairul Munandar (58'). Tanah Jambo Aye menyamakan lewat Andi Ramdana (66'), sehingga laga berakhir imbang 3-3 hingga 95 menit.

Pemenang ditentukan lewat adu penalti. Setelah lima penendang masing-masing tim sama-sama mengemas tiga gol, Ewok maju sebagai penendang penentu dan sukses menaklukkan kiper lawan, sementara eksekutor Tanah Jambo Aye gagal. Kutamakmur menang 4-3 dalam adu penalti dan merebut trofi juara.

Borong Penghargaan Individu adalah juara 1: Kecamatan Kutamakmur, Pemain Terbaik: Ewok (Kutamakmur) — Hadiah Rp1,5 juta, Top Skor: Sahal Anwar (Kutamakmur, 8 gol) — Hadiah Rp1,5 juta, dan 20 Pemain Terbaik Disiapkan untuk Ajang Lebih Tinggi

Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinas Disporaparekraf Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag., M.Pd., didampingi Zulfikar Z, S.Pd., M.T., menyampaikan bahwa turnamen ini dilaksanakan berdasarkan amanat Surat Bupati Aceh Utara Nomor 400.4/930 tertanggal 22 Juni 2026. Sepanjang kompetisi, panitia melakukan observasi dan pemantauan bakat secara ketat.

Hasilnya, panitia berhasil menyaring 20 pemain terbaik yang nantinya akan disatukan menjadi satu tim untuk mewakili Kabupaten Aceh Utara di ajang tingkat lebih tinggi.

Zulkifli juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, DPRK, Sekda, Askab PSSI Aceh Utara, para Camat, TNI/Polri, serta masyarakat Krueng Mane sebagai tuan rumah. Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika masih terdapat kekurangan teknis maupun pelaksanaan acara.

"Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat pembinaan sepak bola, meningkatkan prestasi olahraga, mempererat persaudaraan, serta membangun semangat kebersamaan menuju Aceh Utara Bangkit," pungkasnya.

Acara ditutup secara meriah dengan seluruh hadirin meneriakkan yel-yel kebangkitan: "Aceh Utara Bangkit! Bangkit! Bangkit!" (tim/red) 

Post a Comment

Previous Post Next Post