/> Dr. Iswadi, S.Pd., M.Pd: Akademisi Pendidikan Layak Dipertimbangkan Memperkuat Pembangunan SDM Nasional

Dr. Iswadi, S.Pd., M.Pd: Akademisi Pendidikan Layak Dipertimbangkan Memperkuat Pembangunan SDM Nasional

 

Dr.Iswadi

Jakarta, newsataloen.com - Jika Indonesia serius mengejar visi Indonesia Emas 2045, maka pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak boleh ditempatkan sebagai agenda pelengkap. SDM adalah fondasi. Infrastruktur dapat dibangun dalam hitungan tahun, tetapi manusia unggul membutuhkan pendidikan, karakter, kesempatan, dan kebijakan yang konsisten dalam jangka panjang.

Karena itu, Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin dan pengambil kebijakan yang memahami pendidikan bukan sekadar dari balik meja birokrasi, tetapi juga dari pengalaman akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Dr. Iswadi, S.Pd., M.Pd. merupakan salah satu akademisi yang layak diperhitungkan dalam diskursus penguatan pembangunan SDM nasional.

Dr. Iswadi memiliki latar belakang akademik yang konsisten di bidang pendidikan. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Pendidikan di Universitas Serambi Mekkah, kemudian melanjutkan pendidikan Magister di Universitas Syiah Kuala dan pendidikan doktoral bidang Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta.

Saat ini, ia aktif sebagai akademisi di Universitas Esa Unggul. Dokumentasi perguruan tinggi tersebut mencatat Dr. Iswadi sebagai dosen yang  terlibat dalam kegiatan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.

Kekuatan seorang akademisi tidak hanya diukur dari gelar yang melekat di belakang namanya. Yang lebih penting adalah seberapa jauh ilmu yang dimiliki mampu diterjemahkan menjadi gagasan dan solusi bagi persoalan masyarakat.

Dalam hal ini, aktivitas Dr. Iswadi menunjukkan keterlibatan pada sejumlah bidang yang relevan dengan tantangan pendidikan nasional. Ia menulis buku akademik, melakukan penelitian, terlibat dalam pengabdian masyarakat, serta menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan pendidikan dan kebijakan publik.

Basis data SINTA mencatat sejumlah karya Dr. Iswadi dalam bidang pendidikan dan manajemen. 

Produktivitas intelektual semacam ini penting karena kebijakan pendidikan yang baik seharusnya tidak lahir hanya dari kepentingan administratif atau politik jangka pendek. Kebijakan harus bertumpu pada data, penelitian, evaluasi, dan pemahaman terhadap realitas di lapangan.

Tantangan pendidikan Indonesia hari ini juga jauh berbeda dibandingkan satu atau dua dekade lalu. Kecerdasan buatan, digitalisasi, perubahan dunia kerja, dan arus informasi telah mengubah cara manusia belajar dan bekerja.

Karena itu, kepemimpinan pendidikan harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan orientasi pada karakter dan nilai kemanusiaan.

Perhatian Dr. Iswadi terhadap isu transformasi kepemimpinan pendidikan di era kecerdasan buatan menunjukkan relevansi bidang keilmuannya dengan tantangan tersebut. Pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan manusia yang menguasai teknologi, tetapi juga manusia yang mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Di sinilah pembangunan SDM membutuhkan perspektif yang lebih luas: cerdas secara intelektual, kuat secara karakter, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki kepedulian sosial.

Selama ini, ruang kebijakan publik sering dipersepsikan sebagai wilayah birokrat dan politisi. Padahal, kompleksitas persoalan bangsa membutuhkan keterlibatan lebih luas dari kalangan akademisi dan profesional.

Akademisi memiliki tugas penting untuk membawa ilmu pengetahuan ke dalam proses pengambilan keputusan. Mereka dapat memberikan perspektif yang lebih objektif, berbasis riset, sekaligus menjadi jembatan antara teori dan kebutuhan masyarakat.

Dengan latar belakang Manajemen Pendidikan, pengalaman sebagai dosen dan peneliti, produktivitas dalam penulisan, serta keterlibatan dalam pengabdian masyarakat, Dr. Iswadi memiliki modal akademik yang relevan untuk berkontribusi lebih luas dalam agenda pembangunan SDM.

Tentu, penentuan siapa yang layak menduduki posisi strategis dalam pemerintahan merupakan kewenangan Presiden dan bagian dari proses kenegaraan.(rel).

Post a Comment

Previous Post Next Post