Tapanuli Selatan, newsataloen.com - Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto, SH., MH. atau yang akrab disapa Anto Genk, meluruskan berbagai penafsiran yang berkembang di tengah masyarakat terkait penggunaan istilah "Londo Ireng" yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dan belakangan menjadi perbincangan publik.
Penjelasan tersebut disampaikan Anto Genk saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Cabang (Rakercab) JMSI Wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) Tahun 2026 di Ballroom Syakirah The View, Aek Sabaon, Kabupaten Tapanuli Selatan, (5/8/2026).
Menurut Anto Genk, pernyataan Presiden tidak semestinya dipahami secara harfiah ataupun dikaitkan dengan organisasi wartawan maupun organisasi pers tertentu sebagaimana pengertian historis istilah tersebut pada masa kolonial.
"Makna yang disampaikan Presiden bukan untuk menjustifikasi organisasi wartawan atau media seperti definisi Londo Ireng pada masa penjajahan dahulu. Yang dimaksud lebih kepada kelompok atau oknum-oknum tertentu yang tidak sejalan dengan program-program pemerintah, kemudian menyusup atau berada di dalam organisasi pers. Bahkan, tidak menutup kemungkinan juga terdapat di lingkungan pemerintahan itu sendiri," ujar Anto Genk.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak menafsirkan pernyataan Presiden secara sepotong-sepotong karena dapat memunculkan kesalahpahaman dan memicu polemik yang tidak perlu di ruang publik.
Dalam kesempatan yang sama, Anto Genk kembali menegaskan posisi JMSI sebagai organisasi perusahaan pers yang menjadi konstituen Dewan Pers. Menurutnya, JMSI merupakan wadah bagi pemilik perusahaan media siber yang berkomitmen membangun industri pers yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Karena itu, ia meminta seluruh anggota JMSI menjaga integritas organisasi dengan menjunjung tinggi etika jurnalistik, independensi, serta tanggung jawab dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.
"Tujuan kami adalah memajukan perusahaan pers anggota sekaligus mendorong para wartawannya bekerja semakin profesional. Media yang tergabung dalam JMSI juga memiliki tanggung jawab mendukung pembangunan daerah melalui pemberitaan yang objektif, sekaligus ikut menciptakan iklim investasi yang kondusif," katanya.
Ketua JMSI Tabagsel, Yusrizal Nasution atau Ucok Rizal, mengatakan perusahaan pers yang tergabung dalam JMSI akan terus mengambil peran sebagai mitra pembangunan dengan menghadirkan informasi yang konstruktif, edukatif, dan mencerdaskan masyarakat.
Rakercab JMSI Tabagsel Tahun 2026 mengusung tema "Membangun Media Siber yang Profesional, Independen dan Berkontribusi Bagi Pembangunan Daerah." Forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun program kerja yang mampu meningkatkan kualitas perusahaan pers anggota di wilayah Tapanuli Bagian Selatan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua JMSI Sumut beserta jajaran pengurus, unsur Forkopimda se-Tabagsel, perwakilan PWI Sumatera Utara yang diwakili Pengurus PWI Tabagsel, tokoh pers Manaon Lubis, sejumlah organisasi kemasyarakatan, serta berbagai tamu undangan lainnya.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Akhmad Sani Harchan, S.STP, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Rakercab JMSI Tabagsel. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan dunia informasi di era digital, ketika media dituntut tetap profesional, independen, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat, mencerdaskan, dan bermanfaat bagi masyarakat. (R)

Post a Comment