Oleh: Teuku Saifuddin Alba
Aceh Utara, newsataloen.com - Tumpukan sampah yang berserakan di pinggir jalan bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mencerminkan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan. Sampah tetaplah sampah. Tempatnya berada di lokasi pembuangan yang semestinya, bukan dibuang sembarangan di tepi jalan hingga mengeluarkan bau menyengat yang mengganggu pengguna jalan dan merusak keindahan daerah.
Pemandangan seperti ini masih mudah dijumpai di sepanjang Jalan Elak menuju wilayah Kabupaten Aceh Utara. Ini bukan cerita, bukan pula hoaks. Siapa saja dapat melihatnya secara langsung. Ironisnya, sampah-sampah tersebut diduga sengaja dibuang oleh oknum yang tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Yang lebih memprihatinkan, Aceh dikenal sebagai daerah yang menerapkan Syariat Islam. Nilai-nilai Islam mengajarkan bahwa kebersihan merupakan bagian dari keimanan. Namun, ajaran mulia tersebut seolah hanya menjadi slogan ketika masih ada tangan-tangan jahil yang tanpa rasa bersalah menjadikan pinggir jalan sebagai tempat pembuangan sampah.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka yang tercemar bukan hanya udara dan lingkungan, tetapi juga citra daerah. Wisatawan yang datang akan melihat wajah Aceh dari kebersihan lingkungannya.
Investor akan menilai tingkat kepedulian masyarakat terhadap tata kelola daerah. Anak-anak akan tumbuh dengan menganggap membuang sampah sembarangan adalah hal yang biasa. Tentu ini bukan warisan yang ingin kita tinggalkan.
Sudah saatnya pemerintah daerah, pemerintah gampong, dinas terkait, dan aparat penegak aturan mengambil langkah yang lebih nyata. Edukasi harus terus dilakukan, fasilitas tempat sampah perlu ditambah, pengangkutan sampah harus lebih teratur, dan yang tidak kalah penting, penegakan aturan terhadap pelaku pembuangan sampah liar harus diterapkan tanpa pandang bulu.
Masyarakat juga tidak boleh hanya menjadi penonton. Menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Jangan menunggu orang lain memulai, karena perubahan selalu lahir dari kesadaran diri sendiri.
Aceh tidak akan menjadi daerah yang bersih hanya dengan pidato dan slogan. Aceh akan menjadi bersih ketika masyarakatnya malu membuang sampah sembarangan dan berani menegur siapa pun yang merusak lingkungan.
Mari kita buktikan bahwa Aceh bukan hanya dikenal sebagai Serambi Mekkah, tetapi juga sebagai daerah yang bersih, tertib, dan masyarakatnya memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Sebab, lingkungan yang bersih adalah cermin dari peradaban yang bermartabat. ***

إرسال تعليق