Medan, newsataloen.com - Ketua Umum DPP GPEI, Khairul Mahalli menyatakan kesiapannya memenuhi undangan resmi Kamar Dagang dan Industri (KDI) Republik Serbia pada Agustus 2026 sebagai langkah strategis membuka peluang kerja sama bisnis, perdagangan, dan investasi antara Indonesia dan Serbia.
"Kami siap memenuhi undangan KDI Republik Serbia dalam rangka membangun kerja sama bisnis yang saling menguntungkan antara GPEI dan KDI Serbia," ujar Khairul Mahalli kepada awak media di Medan, Kamis 23/7/2026
Mahalli menjelaskan, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari diplomasi ekonomi GPEI untuk menjajaki berbagai peluang perdagangan, investasi, serta kolaborasi industri yang dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha kedua negara.
"Tujuan utama kami adalah membangun kemitraan yang berkelanjutan sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi perdagangan. GPEI ingin membuka akses pasar baru bagi produk-produk Indonesia, mulai dari komoditas unggulan hingga hasil produksi UMKM yang memiliki daya saing di pasar internasional,"* katanya.
Menurut Mahalli, di tengah dinamika perdagangan global, pelaku usaha Indonesia harus semakin proaktif membuka pasar baru di berbagai belahan dunia.
"Kesempatan ini merupakan momentum emas yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Kita harus menjajaki peluang bisnis di mana pun, tidak hanya di Serbia, tetapi juga di kawasan Eropa dan negara-negara lainnya. Indonesia memiliki banyak produk ekspor berkualitas yang layak bersaing di pasar global. Karena itu, setiap peluang kerja sama harus kita optimalkan untuk membuka akses pasar baru bagi produk nasional," tegasnya.
Mahalli juga mengajak para kepala daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk mengambil peran aktif dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar ekspor.
"Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam membina dan menyiapkan UMKM agar memenuhi standar ekspor. Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan asosiasi eksportir akan melahirkan lebih banyak UMKM berorientasi ekspor, meningkatkan daya saing daerah, sekaligus memperkuat perekonomian nasional," ujarnya.
Wakil Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) tersebut menambahkan, selama kunjungan delegasi GPEI ke Serbia, KDI Serbia akan menjadi tuan rumah "Forum Bisnis Indonesia–Serbia" yang mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara.
Selain forum bisnis, KDI Serbia juga akan memfasilitasi pertemuan **Business-to-Business (B2B) yang dirancang secara terarah untuk mempertemukan perusahaan-perusahaan Serbia dengan anggota GPEI serta mitra bisnis Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Marko Čadež, Presiden Kamar Dagang dan Industri Serbia, yang menyatakan kesiapan organisasinya mendukung penuh kunjungan delegasi GPEI.
*"Kami percaya kunjungan delegasi GPEI beserta mitra bisnisnya akan memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Serbia dan Indonesia, sekaligus membuka peluang kerja sama baru bagi komunitas bisnis kedua negara," ujar Čadež.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas respons positif Ketua Umum GPEI terhadap undangan tersebut dan berharap dapat menyambut langsung delegasi Indonesia di Serbia pada Agustus mendatang.
Rencana kunjungan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan hubungan dagang Indonesia–Serbia, sekaligus memperluas akses pasar ekspor nasional ke kawasan Eropa.
Melalui kemitraan yang erat antara dunia usaha kedua negara, GPEI optimistis produk-produk unggulan Indonesia akan semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar internasional, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekspor nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.(bay)

إرسال تعليق