Jakarta, newsataloen.com - Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah wajah dunia pendidikan. Menjawab tantangan tersebut, Dr. Iswadi, S.Pd., M.Pd. meluncurkan buku terbaru berjudul Kepemimpinan Kepala Sekolah di Era Kecerdasan Buatan: Integrasi Teknologi dan Tantangan Etika dalam Pengelolaan Sekolah Modern.
Buku ini menawarkan panduan komprehensif bagi kepala sekolah dalam menghadapi transformasi digital yang semakin masif. AI kini tidak hanya dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, tetapi juga dalam administrasi sekolah, evaluasi pendidikan, hingga pengambilan keputusan berbasis data. Kondisi tersebut menuntut pemimpin sekolah memiliki kemampuan yang tidak hanya kuat dalam manajemen, tetapi juga adaptif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Melalui buku ini, Dr. Iswadi menjelaskan bahwa kepala sekolah harus mampu memimpin perubahan tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan karakter pendidikan. Berbagai strategi kepemimpinan dibahas secara sistematis, mulai dari transformasi digital sekolah, penguatan budaya inovasi, pemanfaatan AI dalam tata kelola pendidikan, hingga pengelolaan tantangan etika yang muncul seiring berkembangnya teknologi.
Menurut Dr. Iswadi, kecerdasan buatan bukanlah ancaman bagi dunia pendidikan, melainkan peluang besar untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan jika dimanfaatkan secara bijaksana.
Teknologi kecerdasan buatan tidak dapat dihindari. Yang terpenting adalah bagaimana kepala sekolah mampu menjadi pemimpin yang memahami teknologi sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika, profesionalisme, dan kemanusiaan dalam setiap kebijakan yang diambil, ujar Dr. Iswadi,Selasa, 29 Juli 2026 di Jakarta.
Selain membahas aspek kepemimpinan, buku ini juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh warga sekolah dalam menghadapi era digital. Guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua perlu memiliki literasi digital yang memadai agar pemanfaatan AI benar-benar mampu meningkatkan mutu pendidikan. Dalam konteks tersebut, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang membangun ekosistem pendidikan yang inovatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Salah satu keunggulan buku ini adalah pembahasannya mengenai dimensi etika dalam penggunaan AI. Dr. Iswadi mengulas berbagai isu penting, seperti perlindungan data pribadi, keamanan informasi, transparansi penggunaan teknologi, potensi bias algoritma, integritas akademik, hingga pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dengan pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, kepemimpinan pendidikan di era digital tidak lagi cukup berfokus pada administrasi sekolah semata. Kepala sekolah dituntut menjadi inovator, komunikator, fasilitator perubahan, sekaligus pengambil keputusan yang mampu memanfaatkan data secara efektif untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Buku ini disusun berdasarkan kajian akademik, hasil penelitian, serta pengalaman praktis yang dipadukan dengan dinamika transformasi pendidikan global. Dengan bahasa yang sistematis dan mudah dipahami, buku ini diharapkan menjadi referensi bagi kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, dosen, mahasiswa, pemerhati pendidikan, serta para pengambil kebijakan dalam merancang tata kelola pendidikan yang modern dan berkelanjutan.
Terbitnya buku ini menjadi wujud kontribusi nyata Dr. Iswadi dalam mendukung transformasi pendidikan Indonesia menuju sistem yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai nilai karakter, integritas, dan kebangsaan. Melalui karya ini, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk membangun budaya kepemimpinan yang inovatif, adaptif, dan berintegritas, sehingga pemanfaatan kecerdasan buatan benar benar menjadi sarana untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang unggul, berdaya saing global, serta tetap berorientasi pada kepentingan peserta didik. ***

إرسال تعليق