Aceh Utara, newsataloen.com – Kecamatan Lhoksukon kembali menggelar agenda keagamaan akbar, Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Kecamatan Tahun 2026.
Gelaran ini berlangsung selama delapan hari, mulai 24 hingga 31 Juli 2026. Seluruh rangkaian acara dipusatkan di Halaman Masjid Al-Ihsan Matang Ubi.
Camat Lhoksukon, Kamaruddin KS, S.STP., M.A.P., membuka secara resmi kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa seluruh peserta merupakan putra-putri terbaik yang telah lolos seleksi ketat di tingkat kemukiman.
"Apa yang kita lihat malam ini adalah apa yang saya bayangkan. Kita berharap pelaksanaan MTQ ini berjalan sukses dan mampu melahirkan generasi Qurani yang berprestasi," ujar Kamaruddin dalam sambutannya.
Kamaruddin berkomitmen untuk mengawal talenta terbaik agar bisa didelegasikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pihaknya membidik prestasi hingga ke tingkat nasional.
"MTQ kita tidak selesai di sini. Target kita jelas, hasil terbaik dari tingkat kecamatan ini akan kita bawa untuk berkompetisi di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan hingga ke tingkat nasional," pungkasnya optimis.
Ketua Panitia MTQ, Drs. Azali Fuadi, menyampaikan bahwa pelaksanaan tahun ini diikuti oleh 102 peserta. Seluruh peserta berasal dari 4 Kemukiman di Kecamatan Lhoksukon.
"Peserta terbagi dalam golongan anak-anak, remaja, dan dewasa. Mereka didampingi langsung oleh official serta pelatih dari masing-masing kafilah," jelas Azali.
Demi menjaga mutu kompetisi, ia menyebutkan, penilaian diserahkan penuh kepada dewan hakim kompeten. Seluruh dewan hakim telah mengantongi SK resmi dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ). Berikut adalah cabang-cabang musabaqah yang diperlombakan, yakni Cabang Tartil (p/i), Cabang Tilawah: Golongan kanak-kanak, remaja, dan dewasa (p/i), Cabang Hifzil Qur'an: Kategori 1–5 Juz (plus tilawah), 10 Juz, 20 Juz, dan 30 Juz (p/i), Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK): Khusus pria (kategori eksibisi). Cabang Syarhil Qur'an, Cabang Fahmil Qur'an
Penyelenggaraan acara besar ini didukung penuh secara swadaya dan kolaboratif. Pendanaan kegiatan bersumber dari kontribusi para Geusyik (Kepala Desa) di wilayah Lhoksukon, partisipasi Pemerintah Kecamatan, dukungan masyarakat, serta sponsor yang tidak mengikat.
Panitia memastikan seluruh pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan, efektif, dan akuntabel. Panitia juga telah menyiapkan trofi dan uang pembinaan bagi peraih Juara 1, 2, dan 3 di setiap cabang.
Sementara itu, peserta yang belum berhasil juara tetap akan membawa pulang hadiah hiburan. Juara Umum nantinya berhak membawa pulang hadiah utama berupa Piala Bergilir dan uang pembinaan.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Camat Lhoksukon, Forkopimcam, LPTQ, KUA, para Geusyik, alim ulama, tokoh masyarakat, tim medis, aparat keamanan, serta seluruh donatur," tutup Drs. Azali Fuadi. (tim/red).

Post a Comment