/> Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang

Dr. Iswadi Serukan Penghormatan Nasional atas Wafatnya Teungku Nyak Sandang

 

Dr. Iswadi

Jakarta, newsataloen.com - Wafatnya Teungku Nyak Sandang pada 7 April 2026 membawa duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Sosok sederhana asal Aceh ini dikenang sebagai dermawan yang berkontribusi dalam penggalangan dana untuk pembelian pesawat pertama Republik Indonesia pada masa awal kemerdekaan.

Menanggapi hal tersebut, akademisi Dr. Iswadi, M.Pd., menyerukan agar pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, memberikan penghormatan resmi dalam bentuk ucapan belasungkawa. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk penghargaan negara atas jasa dan pengorbanan almarhum yang memiliki nilai historis dan simbolik tinggi.

“Teungku Nyak Sandang bukan sekadar individu, melainkan representasi semangat gotong royong rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan. Kontribusinya dalam pembelian pesawat pertama Indonesia menjadi bukti nyata peran rakyat dalam perjalanan bangsa,” ujar Iswadi, Jum'at (10/04) di Jakarta.

Ia menegaskan bahwa penyampaian belasungkawa oleh kepala negara tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki makna strategis dalam membangun kesadaran sejarah nasional. Pengakuan dari pemerintah pusat dinilai mampu memperkuat narasi bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya dilakukan oleh elite politik dan militer, tetapi juga oleh masyarakat biasa.

Lebih lanjut, Iswadi menilai penghormatan ini penting agar generasi muda tidak melupakan tokoh-tokoh lokal yang memiliki kontribusi besar namun kerap luput dari perhatian nasional. “Penghormatan negara akan menjadi pesan kuat bahwa setiap pengorbanan, sekecil apa pun, memiliki arti dalam perjalanan bangsa,” katanya.

Sejauh ini, ucapan belasungkawa telah disampaikan oleh berbagai pihak di tingkat daerah, khususnya Pemerintah Aceh. Respons tersebut mencerminkan kedekatan historis dan emosional masyarakat Aceh terhadap sosok almarhum. Namun, sejumlah kalangan menilai penghormatan di tingkat nasional tetap diperlukan guna memberikan pengakuan yang lebih luas.

Teungku Nyak Sandang dikenal sebagai sosok yang turut menyumbangkan hartanya untuk pembelian pesawat Seulawah RI-001, yang menjadi simbol awal kekuatan udara Indonesia.

Wafatnya beliau pada usia sekitar satu abad menjadi momen refleksi bagi bangsa Indonesia untuk kembali mengingat dan menghargai jasa para pahlawan rakyat. Seruan penghormatan nasional ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ingatan kolektif bangsa sekaligus menginspirasi generasi penerus.

Iswadi juga mengajak seluruh elemen bangsa pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk menjaga warisan sejarah tersebut melalui pendidikan dan penyebaran informasi yang lebih inklusif.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Teungku Nyak Sandang adalah salah satunya, dan sudah sepantasnya mendapatkan penghormatan yang layak dari negara, tutupnya.(rizal jibro).

Post a Comment

أحدث أقدم