/> Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Harus Segara Turun ke Lokasi UPTD SDN 15 Peudada Pinto Rimba Bireuen

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Harus Segara Turun ke Lokasi UPTD SDN 15 Peudada Pinto Rimba Bireuen

 


Bireuen newsataloen.com -Bangunan Sekolah SD Negeri 15 Peudada, di lokasi Gampong Pinto Rimba, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Aceh, sangat prihatin sebab bangunan ruangan rusak berat kupak kapik,tidak ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bireuen dan Kepala Dinas Pendidikan setempat.

Padahal Kepala Sekolah Saifuddin Idris,sudah berpuluh kali melaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen bahkan Bupati setempat, ungkap Ketua Komite SD Negeri 15 Peudada Saifuddin Idris,Sabtu (23/05/2026).

Menurut Kepala Sekolah itu,sangat disayangkan Sekolah SD Negeri 15 Peudada ini, dibangun  sejak sekitar tahun 1980 -an di wilayah Desa Pinto Rimba, tanpa ada perhatian sedikit pun dari kalangan oknum pejabat pendidikan tersebut.

Sekolah SD Negeri 15 Peudada  Bireuen, salah satu sekolah terpencil,bangunan tidak layak dipakai, rusak disana sini,padahal warga dan wali murid bersama masyarakat dan Geusyeik,sudah melaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bireuen juga Bupati Bireuen,tidak ditanggapi sama sekali.

Kondisi bangunan sekolah itu, menghambat mengecap pendidikan dasar,bagi anak warga pedesaan setempat yang kondisi ekonomi masih Morat marit sebab mata pencaharian pokok masih bertumpu pada pertanian.

Sekolah yang mengalami kerusakan ,akibat dihantam gempa bumi dan Tsunami Aceh Tanggal 26 Des 2004 yang lalu, sampai sekarang Pemerintah Kabupaten Bireuen khusus Bupati Bireuen H Muchlis Takabeya dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bireuen,bagai tutup mata.

Kerusakan yang paling banyak ditemukan,tambah Saifudin pada ruang belajar retak retak ,bila terjadi angin' kencang dan hujan,murid dan dewan guru sangat takut,bila terjadi runtuh menimpa mareka.Bahkan disudut - sudut bangunannya, retak cukup berat.

Juga mengalaminya pada balok sambungan  setiap titik sudut bangunan.Yang paling mengerikan lagi,kerusakan plafon dan dinding rusak parah, lantai sekolah juga retak. sangat parah,  kursi belajar dan meja, bangku juga lemari serta peralatan lainya,sudah rusak semuanya. 

Sejumlah enam ruang belajar sekolah, Satu unit Perpustakaan  juga mengalami kerusakan berat.Kondisi ini sebagian besar visik sekolah jelas-jelas tidak layak,bagi anak petani di sana,yang melaksanakan proses belajar mengajar cukup takut.

Bila suatu waktu terjadinya musibah bencana alam seperti hujan lebat dan gempa.Keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi prioritas.oleh sebab itu perhatian serius, sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah(rel/rjibro).

Post a Comment

أحدث أقدم