/> Peluncuran Buku Pendidikan Kewarganegaraan Karya Dr. Iswadi, M.Pd.: Membangun Generasi Berkarakter dan Berwawasan Kebangsaan

Peluncuran Buku Pendidikan Kewarganegaraan Karya Dr. Iswadi, M.Pd.: Membangun Generasi Berkarakter dan Berwawasan Kebangsaan

 


Jakarta, newsataloen.com - Dalam upaya memperkuat karakter bangsa dan meningkatkan kesadaran konstitusional generasi muda, Dr. Iswadi, M.Pd., menghadirkan buku Pendidikan Kewarganegaraan sebagai kontribusi akademik yang relevan dengan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara dewasa ini. Buku ini disusun sebagai bahan ajar komprehensif yang bertujuan membentuk warga negara yang berkarakter, memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh, serta memahami hak dan kewajibannya secara seimbang dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Di tengah tantangan globalisasi, perkembangan teknologi informasi, serta dinamika sosial politik yang semakin kompleks, Pendidikan Kewarganegaraan memegang peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif bangsa. Buku ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan akan referensi akademik yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga membangun dimensi afektif dan psikomotorik peserta didik dalam mengamalkan nilai nilai kebangsaan secara nyata.

Secara substansial, buku ini mengkaji konsep konsep fundamental kewarganegaraan secara sistematis dan analitis. Pembahasan dimulai dari landasan filosofis bangsa Indonesia, yakni nilai-nilai Pancasila, yang menjadi dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu, buku ini juga menguraikan secara mendalam kedudukan dan fungsi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi tertinggi yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan negara. Pemahaman terhadap konstitusi dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun budaya hukum dan kesadaran bernegara yang bertanggung jawab.

Tidak hanya berhenti pada aspek normatif, buku ini juga membahas konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara yang menegaskan prinsip persatuan dalam keberagaman. Dalam konteks tersebut, semboyan Bhinneka Tunggal Ika diangkat sebagai nilai integratif yang merekatkan keberagaman suku, agama, ras, dan budaya di Indonesia. Melalui pembahasan ini, pembaca diajak memahami bahwa persatuan nasional bukanlah sesuatu yang bersifat statis, melainkan harus terus dirawat melalui sikap toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, dan komitmen terhadap keutuhan bangsa.

Lebih lanjut, buku Pendidikan Kewarganegaraan memberikan perhatian khusus pada penguatan sikap demokratis, penegakan hukum, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia. Dalam era reformasi dan keterbukaan informasi, partisipasi aktif warga negara dalam sistem politik dan pemerintahan menjadi indikator penting kualitas demokrasi. Oleh karena itu, buku ini menekankan pentingnya pendidikan politik yang sehat, partisipatif, dan berlandaskan etika publik. Peserta didik didorong untuk tidak hanya memahami mekanisme demokrasi secara teoritis, tetapi juga memiliki kesadaran kritis dan tanggung jawab moral dalam praktik kehidupan sehari hari.

Selain itu, buku ini mengupas berbagai tantangan kewarganegaraan di era globalisasi. Perkembangan teknologi digital, arus informasi yang tidak terbendung, serta fenomena disinformasi dan polarisasi sosial menjadi isu isu kontemporer yang turut dibahas secara kontekstual. Dr. Iswadi menegaskan bahwa literasi digital dan kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi penting bagi warga negara modern. Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan tidak lagi dipahami sebatas mata pelajaran normatif, melainkan sebagai wahana pembentukan karakter dan kecakapan abad ke-21.

Pendekatan yang digunakan dalam buku ini bersifat akademis sekaligus aplikatif. Setiap materi disusun secara runtut dengan analisis yang mendalam, namun tetap relevan dengan realitas sosial yang dihadapi peserta didik. Hal ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, sehingga nilai nilai kewarganegaraan dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari.hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas.

Post a Comment

Previous Post Next Post