/> Mengenal lebih dekat Dr.Iswadi.M.Pd Penulis Buku Gagasan Pendidikan : Membangun Peradaban Berintegritas

Mengenal lebih dekat Dr.Iswadi.M.Pd Penulis Buku Gagasan Pendidikan : Membangun Peradaban Berintegritas

                   


                                                   

Jakarta, newsataloen.com - Dr. Iswadi, M.Pd. adalah sosok akademisi dan pemikir pendidikan yang dikenal luas melalui gagasan-gagasannya tentang pembangunan karakter dan integritas dalam dunia pendidikan Indonesia. Melalui karya monumentalnya yang berjudul Gagasan Pendidikan: 

Membangun Peradaban Berintegritas , Dr. Iswadi menegaskan komitmennya terhadap transformasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada pembentukan moral dan peradaban bangsa.

Sebagai seorang doktor di bidang pendidikan, Dr. Iswadi memiliki latar belakang akademik yang kuat serta pengalaman panjang dalam dunia pendidikan, baik sebagai pendidik, peneliti, maupun penulis. Gelar M.Pd. yang disandangnya menunjukkan dedikasinya dalam mengembangkan ilmu pendidikan secara mendalam dan berkelanjutan. 

Dalam berbagai kesempatan, ia dikenal sebagai sosok yang kritis terhadap berbagai persoalan pendidikan nasional, mulai dari ketimpangan akses, rendahnya kualitas pembelajaran, hingga degradasi moral yang terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Buku Gagasan Pendidikan: Membangun Peradaban Berintegritas  menjadi refleksi sekaligus tawaran solusi atas berbagai tantangan tersebut. Dalam buku ini, Dr. Iswadi mengajak pembaca untuk melihat pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban yang unggul dan bermartabat.

 Ia menekankan bahwa pendidikan tidak boleh hanya dimaknai sebagai proses transfer ilmu pengetahuan semata, melainkan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya manusia yang memiliki integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Menurut Dr. Iswadi, krisis yang dihadapi bangsa saat ini bukan semata mata krisis ekonomi atau politik, tetapi krisis integritas. Banyaknya kasus korupsi, penyalahgunaan wewenang, serta menurunnya etika publik menjadi indikator bahwa sistem pendidikan belum sepenuhnya berhasil membentuk karakter yang kuat. 

Oleh karena itu, ia menempatkan pendidikan karakter sebagai pilar utama dalam reformasi pendidikan. Pendidikan harus mampu menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab sejak dini.

Dalam narasinya, Dr. Iswadi juga menyoroti pentingnya peran guru sebagai agen perubahan. Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga teladan. Ia percaya bahwa kualitas peradaban sangat ditentukan oleh kualitas pendidiknya. Seorang guru yang berintegritas akan melahirkan generasi yang berintegritas pula.

 Karena itu, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru menjadi salah satu poin penting dalam gagasannya. Guru perlu terus didorong untuk berinovasi, mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif, serta membangun hubungan yang humanis dengan peserta didik.

Selain itu, Dr. Iswadi menekankan perlunya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat. Pendidikan tidak dapat berjalan sendiri di ruang kelas. Lingkungan keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak, sementara masyarakat menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai yang telah dipelajari. 

Kolaborasi yang harmonis antara ketiga elemen ini diyakini mampu menciptakan peradaban yang berlandaskan integritas.

Gagasan Dr. Iswadi juga relevan dengan perkembangan zaman yang semakin digital. Ia menyadari bahwa kemajuan teknologi membawa tantangan baru, seperti arus informasi yang tidak terbendung dan perubahan pola interaksi sosial.

 Oleh karena itu, literasi digital dan penguatan karakter menjadi dua hal yang harus berjalan beriringan. Generasi muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan, sekaligus memiliki landasan moral yang kokoh dalam memanfaatkan teknologi.

Sebagai penulis, Dr. Iswadi dikenal dengan gaya bahasa yang lugas, reflektif, dan argumentatif. Ia tidak hanya memaparkan teori, tetapi juga menghadirkan contoh contoh konkret serta analisis yang tajam (rj).

Post a Comment

أحدث أقدم