![]() |
| Dr.Iswadi,M.Pd |
Banda Aceh, newsataloen.com - Masyarakat Indonesia mengenal nama Dr. Iswadi sebagai akademisi, pembicara, dan sosok intelektual yang kerap menyampaikan gagasan-gagasan kritis di ruang publik. Namun, di mata para sahabatnya, Dr. Iswadi bukan sekadar gelar panjang di depan nama atau reputasi yang melekat padanya. Ia adalah pribadi yang hangat, setia, dan konsisten dalam menjaga nilai nilai persahabatan.
Sebagai sahabatnya, saya melihat Dr. Iswadi sebagai sosok sederhana yang menjadikan ilmu bukan sekadar alat untuk berdebat, melainkan jembatan untuk menyambungkan hati dan pikiran. Dalam berbagai kesempatan diskusi, ia selalu menunjukkan keluasan wawasan yang disertai kerendahan hati. Ia tidak pernah memosisikan diri sebagai orang yang paling benar, melainkan sebagai pembelajar yang terus bertumbuh. Di situlah letak keistimewaannya kecerdasan yang tidak menjelma menjadi kesombongan.
Dalam pergaulan, Dr. Iswadi dikenal sebagai pribadi yang bersahaja. Kesibukannya tidak membuatnya menjaga jarak dari sahabat-sahabat lama. Ia tetap meluangkan waktu untuk sekadar berbincang santai, bertukar cerita, bahkan bercanda tanpa sekat formalitas. Baginya, persahabatan bukan tentang kepentingan, melainkan ketulusan dalam menjaga hubungan.
Keteguhannya dalam memegang prinsip juga menjadi ciri yang menonjol. Ia berani menyampaikan pandangan, sekalipun berbeda dari arus utama. Namun, keberanian itu tidak dibalut dengan amarah atau kebencian. Ia memilih jalan argumentasi yang santun, dialog yang terbuka, serta sikap yang menghormati perbedaan. Inilah yang membuatnya dihargai, bukan hanya oleh kolega, tetapi juga oleh para sahabatnya.
Lebih dari itu, Dr. Iswadi adalah pendengar yang baik. Dalam momen momen sulit, ia hadir bukan sebagai hakim yang menggurui, melainkan sebagai teman yang memahami. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki cerita dan perjuangannya masing-masing. Empatinya terasa tulus, tanpa dibuat buat.
Di mata sahabat, ukuran keberhasilan seseorang bukan semata jabatan, publikasi, atau popularitas. Keberhasilan sejati adalah ketika seseorang tetap menjadi dirinya sendiri di tengah berbagai pencapaian. Dan itulah Dr. Iswadi sosok yang tetap membumi meski pemikirannya melangit.
Pada akhirnya, persahabatan adalah cermin paling jujur dari karakter seseorang. Dalam cermin itu, Dr. Iswadi tampak sebagai pribadi yang konsisten antara kata dan perbuatan, antara gagasan dan tindakan. Ia bukan hanya intelektual di ruang publik, tetapi juga manusia yang setia pada nilai persahabatan.
Bagi kami, para sahabatnya, Dr. Iswadi bukan sekadar nama dengan gelar akademik. Ia adalah teman seperjuangan yang mengajarkan bahwa ilmu dan ketulusan dapat berjalan beriringan.(rizal jibro).

إرسال تعليق