Kejuaraan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tersebut secara resmi dibuka oleh Komandan Kodim (Dandim) 0103/Aceh Utara, Letkol Inf. Faisal, S.Sos., M.Si. Dalam kesempatan itu, Dandim juga melepas para pembalap untuk memulai perlombaan.
Ajang ini menjadi wadah bagi para pembalap untuk mengembangkan bakat, menguji kemampuan, dan meraih prestasi melalui kompetisi otomotif yang terorganisasi dengan mengutamakan keselamatan.
Dalam sambutannya, Faisal menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, para pembalap, kru tim, komunitas otomotif, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kejuaraan tersebut.
Menurutnya, drag bike bukan sekadar perlombaan adu kecepatan, tetapi juga olahraga yang membutuhkan keterampilan, konsentrasi, ketepatan teknik, dan kerja sama yang baik antara pembalap dengan tim pendukung.
Ia menjelaskan, lintasan sepanjang 201 meter menuntut setiap pembalap mampu mengendalikan kendaraan dan mengambil keputusan secara tepat. Dalam perlombaan tersebut, selisih waktu yang sangat tipis dapat menentukan hasil akhir.
Panitia mempertandingkan delapan kelas dengan karakteristik dan tantangan masing-masing. Setiap kelas diharapkan menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan prestasi di bidang olahraga otomotif.
“Balapan di jalan raya adalah pelanggaran, sedangkan balapan di sirkuit merupakan jalan untuk meraih prestasi,” tegasnya.
Ia menilai, penyelenggaraan balap motor di sirkuit resmi merupakan salah satu upaya menyediakan ruang yang terarah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat. Dengan demikian, kegiatan balap dapat berlangsung secara terorganisasi tanpa membahayakan pengguna jalan umum.
Faisal mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama selama kejuaraan berlangsung. Para pembalap diminta mematuhi peraturan perlombaan, menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai, serta mengikuti arahan panitia dan petugas di lapangan.
Ia menegaskan bahwa keselamatan lebih penting daripada trofi maupun kemenangan. Karena itu, setiap peserta diharapkan menunjukkan sikap profesional, menghormati keputusan juri, dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.
Selain keselamatan dan sportivitas, ketertiban serta kebersihan lingkungan sirkuit juga menjadi perhatian. Para penonton diimbau tidak memasuki area lintasan yang telah dibatasi dan menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.
Mengusung tema “Bersama TNI, Aceh Utara Bangkit”, kejuaraan ini diharapkan menjadi sarana pembinaan atlet otomotif sekaligus mempererat hubungan antarpembalap dan komunitas dari berbagai daerah.
Faisal juga berharap kegiatan tersebut dapat memperkenalkan potensi Aceh Utara sebagai daerah yang aman, damai, dan terbuka untuk penyelenggaraan kegiatan olahraga maupun kemasyarakatan.
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan para peserta, kru, dan pengunjung, khususnya yang datang dari luar daerah, agar menghormati adat istiadat serta pelaksanaan syariat Islam di Aceh.
Ia mengimbau seluruh pihak untuk menjaga perilaku, memperhatikan ketentuan berpakaian, dan menghormati waktu pelaksanaan ibadah. Panitia juga diharapkan memberikan kesempatan kepada peserta dan pengunjung untuk menunaikan salat sesuai waktunya.
“Jangan sampai kegiatan balapan menjadi alasan bagi kita untuk meninggalkan kewajiban beribadah. Mari kita seimbangkan semangat olahraga dengan ketaatan kepada Allah SWT,” pesannya.
Ia berharap seluruh rangkaian kejuaraan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga penutupan pada Minggu (18/10/2026).
Ke depan, kejuaraan serupa diharapkan terus dikembangkan melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, panitia, komunitas otomotif, dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendorong prestasi olahraga sekaligus mengarahkan potensi generasi muda ke kegiatan yang positif.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Dragbike Tanah Luas, Wideni Sudirman, mengatakan bahwa Kejuaraan Drag Bike IMI Putaran 3 tahun ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang diselenggarakan pada tahun sebelumnya.
Menurut Wideni, penyelenggaraan tahun kedua tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membina bakat generasi muda di bidang balap motor, khususnya di Aceh Utara dan daerah sekitarnya.
“Ini merupakan tahun kedua kegiatan yang sama diselenggarakan. Kami berkomitmen untuk mengemas acara ini secara lebih matang demi memberikan ruang yang aman dan kompetitif bagi para pembalap,” ujar Wideni saat dikonfirmasi media.
Ia menjelaskan, persiapan kejuaraan telah dilakukan dalam waktu yang cukup panjang dengan melibatkan dukungan berbagai pihak, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan penyelenggaraan dan anggaran kegiatan.
Wideni turut menyampaikan apresiasi kepada Dandim 0103/Aceh Utara yang dinilainya memberikan dukungan sejak gagasan kegiatan tersebut mulai dirintis.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kejuaraan sekaligus membuka kesempatan bagi para pembalap untuk mengembangkan kemampuan melalui kompetisi resmi.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sehingga memberikan manfaat bagi perkembangan olahraga otomotif dan masyarakat Aceh Utara.
Dengan partisipasi 600 pembalap, Kejuaraan Drag Bike IMI Putaran 3 Piala Dandim Aceh Utara 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat pembinaan atlet, menumbuhkan sportivitas, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara.
Melalui kegiatan ini, olahraga otomotif diharapkan semakin berkembang dan mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat, mengasah kemampuan, serta meraih prestasi melalui jalur yang aman dan terorganisasi. (tim/Red)

Post a Comment