![]() |
| Dr.Jamaluddin,S.Sos,.M.Pd |
Aceh Utara, newsataloen.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Utara mengambil langkah antisipatif menyikapi semakin tebalnya kabut asap yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan diimbau menggunakan masker guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Kepala Disdikbud Aceh Utara, Dr. Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., dalam keterangannya kepada media, Sabtu (16/10/2026), menegaskan bahwa keselamatan warga sekolah menjadi prioritas, tanpa mengabaikan pemenuhan hak pendidikan peserta didik.
Ia menginstruksikan seluruh kepala satuan pendidikan agar segera menerapkan langkah-langkah pencegahan sesuai kondisi di lingkungan sekolah masing-masing.
“Kami mengimbau dan menginstruksikan seluruh kepala satuan pendidikan untuk segera mengambil langkah taktis di lingkungan sekolah masing-masing demi menjaga saluran pernapasan anak-anak kita,” ujar Jamaluddin.
Selain penggunaan masker selama perjalanan menuju sekolah dan saat beraktivitas di lingkungan sekolah, Disdikbud juga meminta agar kegiatan di luar ruangan, seperti olahraga, upacara, dan ekstrakurikuler, dikurangi atau dialihkan ke dalam ruangan.
Untuk sementara, kegiatan belajar-mengajar (KBM) masih berlangsung secara tatap muka karena kondisi kabut asap dinilai masih dapat ditoleransi. Namun, kebijakan tersebut dapat dievaluasi apabila kualitas udara semakin memburuk dan berisiko terhadap kesehatan siswa maupun tenaga pendidik.
Jamaluddin menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan opsi peralihan pembelajaran dari tatap muka menjadi Belajar dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) apabila kondisi kabut asap dinilai membahayakan kesehatan, termasuk meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kepala sekolah diminta terus memantau kondisi udara di wilayah masing-masing dan segera berkoordinasi dengan Disdikbud Aceh Utara jika terjadi peningkatan kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan warga sekolah.
“Kami memberikan diskresi kepada kepala satuan pendidikan untuk terus memantau kualitas udara di wilayah masing-masing. Jika kondisi memburuk dan berisiko tinggi bagi kesehatan, segera koordinasikan dengan Disdikbud untuk mengambil kebijakan pengalihan ke BDR secara responsif,” tegasnya.
Disdikbud Aceh Utara juga mengimbau para orang tua agar turut mengawasi kesehatan anak-anak, memastikan mereka menggunakan masker saat berada di luar rumah, serta menjaga kondisi tubuh di tengah situasi cuaca yang kurang bersahabat.
Melalui langkah tersebut, Disdikbud berharap kegiatan pendidikan di Aceh Utara tetap berjalan dengan memperhatikan perkembangan kondisi lingkungan, sekaligus mengutamakan keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah.

Post a Comment