/> Peresmian Masjid Nur Ar-Radhiyyah Bertepatan Maulid Nabi, Bupati Aceh Utara Harap Lanjutkan Cita‑cita Bangun RS Bidadari

Peresmian Masjid Nur Ar-Radhiyyah Bertepatan Maulid Nabi, Bupati Aceh Utara Harap Lanjutkan Cita‑cita Bangun RS Bidadari

 


Aceh Utara, newsataloen.com — Masjid Nur Ar‑Radhiyyah di Gampong Alue Keujruen, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, resmi digunakan pada Jumat (28/8/2026). Peresmian rumah ibadah megah ini berlangsung khidmat dan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara ditandai dengan pemotongan pita di pintu utama masjid oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., serta penandatanganan prasasti oleh tokoh ulama dan masyarakat, yakni Tgk. H. Nurdiansyah, SE, Tgk. H. Muzakir Abdullah, Tgk. H. Abdul Manan, dan Tgk. H. Amri Ahmad, didampingi unsur Forkopimda setempat. Prosesi adat Peusijuek juga dilaksanakan sebagai wujud doa dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus‑tulusnya kepada keluarga besar Almarhum Teungku Haji Muhammad Nur beserta Ibunda tercinta, atas wakaf masjid yang telah diberikan kepada masyarakat.

“Kami tidak sanggup membalas segala kebaikan Almarhum yang telah mewakafkan masjid ini. Jauh sebelum saya dipercaya memimpin Aceh Utara, Beliau sudah sering berpesan: jika kelak dipercaya memimpin, pertama mewakafkan masjid, dan kedua membangun Rumah Sakit Bidadari di Aceh Utara,” ungkap Bupati.

Almarhum menyadari keterbatasan fasilitas kesehatan di Aceh Utara yang saat ini hanya memiliki tiga rumah sakit umum untuk melayani hampir 700.000 jiwa. Lahan untuk pembangunan RS Bidadari pun sudah dibebaskan di Gampong Mantang Panjang, Kecamatan Sampeinip, dekat Menasah.

“Aceh Utara memiliki 852 desa dan 27 kecamatan, kabupaten terluas di Indonesia, serta menampung 30 persen dari total penduduk Aceh. Sangat membutuhkan rumah sakit swasta untuk melengkapi layanan kesehatan. Kami berharap keluarga besar Almarhum dapat melanjutkan cita‑cita mulia beliau,” harap Bupati.

Ia juga berdoa semoga Allah SWT membalas segala jasa Almarhum dan menempatkan beliau di surga Jannatun Naim.

Bupati mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan masjid ini tempat salat berjamaah lima waktu, bukan hanya hari Jumat saja. Kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM) yang akan dibentuk, Bupati menekankan pengelolaan harus transparan dan terbuka.

“Semua pemasukan dan pengeluaran harus diumumkan secara terbuka, agar masyarakat percaya dan berkeinginan berpartisipasi, layaknya orang berlomba menuju Mekkah dan Madinah karena keberkahan di sana,” ujarnya.

Bupati juga memuji masyarakat Aceh Utara yang tetap sabar dan tenang meski dilanda bencana banjir selama hampir delapan bulan.

“Daerah lain seperti Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur sempat terjadi keributan. Hanya Aceh Utara yang tetap adem ayem. Itu berkat doa dan kesabaran kita semua. Insya Allah, segala kebutuhan dan pemulihan akan segera terwujud dalam waktu dekat,” tegasnya.

Mewakili keluarga besar Tgk. M. Nur Abubakar selaku pewakaf, Letkol Inf. Dr. H. Muhidin, SH., MIP., menyampaikan terima kasih kepada seluruh hadirin. Ia menjelaskan makna Peusijuek sebagai sarana doa dan harapan agar masjid ini sejuk secara kondisi, sejuk jamaahnya, dan sejuk hatinya.

“Mari kita jadikan peresmian ini sebagai titik awal gerakan kebaikan. Dari masjid ini, diharapkan lahir semangat membangun persatuan, pendidikan, akhlak, dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Tokoh masyarakat sekaligus perwakilan Pemerintah Gampong Alue Keujruen, Afrizal, SH.I, menyampaikan penghargaan tinggi kepada seluruh pihak, terutama para pewakaf — Almarhum Bapak Haji Muhammad Nur Abu Bakar dan Abati Haji Amri Ahmad yang telah mewakafkan tanah lokasi masjid.

“Tanpa keikhlasan para pewakaf dan gotong royong warga, masjid ini tidak akan berdiri tegap seratus persen seperti saat ini. Semoga setiap pengorbanan yang dilakukan dibalas Allah SWT dengan pahala berlipat ganda,” pungkas Afrizal.

Acara juga diisi dengan tausiah Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara, Tgk. H. Abdul Manan, serta doa bersama untuk keberkahan masjid, kemaslahatan masyarakat, dan kemajuan Rumah Sakit Bidadari Grup. (tim/red) 

Post a Comment

أحدث أقدم