Lhokseumawe, newsataloen.com - Puluhan personel TNI dari Kodim 0103/Aceh Utara mengikuti apel pengecekan kesiapan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Jumat (28 Agustus 2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran akibat kondisi kemarau dan minimnya curah hujan di wilayah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Apel yang digelar di Lapangan Sudirman, Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, tersebut dipimpin jajaran Kodim dan turut melibatkan personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Faisal S.Sos., M.Si., melalui Kasdim Mayor Arh Nasrip mengatakan, apel tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dini terhadap karhutla di wilayah tugas Kodim 0103/Aceh Utara yang meliputi Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Menurutnya, kondisi cuaca dalam beberapa waktu terakhir perlu menjadi perhatian bersama. Minimnya hujan selama kurang lebih dua bulan menyebabkan sejumlah lahan menjadi kering dan berpotensi mudah terbakar, khususnya kawasan perbukitan dan lahan yang ditumbuhi rerumputan kering.
“Kurang lebih dua bulan hujan kurang turun. Kita bisa melihat banyak lahan yang kering, terutama di daerah perbukitan. Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Mayor Arh Nasrip.
Ia menambahkan, masyarakat yang hendak membuka lahan diminta tidak menggunakan cara membakar sembarangan. Pembersihan lahan dapat dilakukan dengan memangkas dan mengumpulkan vegetasi secara aman.
Material sisa pembukaan lahan, seperti batang dan ranting pohon, juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, sedangkan daun dan ranting berukuran kecil dapat diolah menjadi bahan organik untuk menyuburkan tanah.
Selain pembukaan lahan, masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama ketika berada di kawasan yang memiliki banyak vegetasi kering. Percikan api kecil dapat dengan cepat memicu kebakaran ketika kondisi lahan sangat kering.
“Seluruh aparat, instansi terkait dan masyarakat harus peduli dengan kondisi alam saat ini. Kemarau yang panjang membuat lahan kering dan ketersediaan air di dalam tanah mulai berkurang. Karena itu, pencegahan harus dilakukan bersama-sama,” tegasnya.
Kodim 0103/Aceh Utara menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel dan sinergi dengan instansi terkait akan terus diperkuat. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah terjadinya karhutla sekaligus mempercepat penanganan apabila sewaktu-waktu muncul titik api di wilayah Aceh Utara maupun Kota Lhokseumawe. ***

Post a Comment