/> Situs Sejarah Internasional Memprihatinkan: Atap Makam Sultan Malikussaleh Aceh Utara Bocor

Situs Sejarah Internasional Memprihatinkan: Atap Makam Sultan Malikussaleh Aceh Utara Bocor



Aceh Utara I Gebrak24.com - Kondisi situs cagar budaya Kompleks Makam Sultan Malikussaleh di Desa Beuringin, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Bangunan cungkup yang melindungi makam pendiri kerajaan Islam pertama di Nusantara tersebut dilaporkan mengalami kebocoran parah pada bagian atap.

Makam Sultan Malikussaleh di situs bersejarah Samudra Pasai kini tidak hanya berdiri sebagai destinasi wisata religi. Berdasarkan pantauan media, cagar budaya ini aktif menjadi pusat pergerakan kegiatan sosial dan keagamaan bagi masyarakat spiritual.

Berbagai acara sakral dan sosial rutin digelar di kawasan religius ini. Mulai dari zikir, doa bersama, hingga aksi kepedulian nyata.

"Kondisinya sangat memprihatinkan. Saat hujan turun, air langsung merembes dan membasahi area dalam cungkup makam. Sebagai situs sejarah besar di Asia Tenggara, tempat ini harusnya dirawat dengan layak," ujar Rasyidin kepada media, Kamis (4/6/2026).

Selain masalah atap bocor, beberapa fasilitas penunjang di sekitar kompleks makam juga dinilai memerlukan pemeliharaan dan renovasi menyeluruh. Warga dan pemerhati sejarah khawatir jika dibiarkan tanpa perbaikan, rembesan air hujan dapat merusak struktur nisan kuno berkaligrafi tinggi yang ada di dalam kompleks tersebut.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui dinas terkait serta Balai Pelestarian Kebudayaan untuk segera turun tangan melakukan pemugaran. Langkah cepat sangat diperlukan mengingat makam peninggalan abad ke-13 ini merupakan aset wisata religi internasional yang rutin dikunjungi peziarah lokal hingga mancanegara, seperti dari Malaysia dan Brunei Darussalam.

Kepala Disdikbud Aceh Utara, H. Jamaluddin,S.Sos,.M.Pd kepada media ini, Kamis (04/06/2026) menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi mengenai kondisi cagar budaya tersebut.

"Kami sudah menerima laporan dari Kepala Bidang Kebudayaan terkait kondisi atap makam Malikussaleh yang bocor. Situs ini mendesak untuk segera direhabilitasi," ujar Jamaluddin.

Mengingat kompleks makam tersebut berstatus sebagai situs sejarah nasional, Disdikbud Aceh Utara terlebih dahulu akan melakukan koordinasi intensif dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I. Langkah ini diambil untuk memastikan pembagian wewenang penanganan cagar budaya berjalan sesuai aturan.

Namun, Jamaluddin menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam jika proses birokrasi di tingkat pusat menghambat perbaikan fisik makam pendiri Kerajaan Samudera Pasai tersebut.

"Kita koordinasi dulu dengan BWS 1 karena ini situs nasional. Namun, bila nanti tidak ada respons, kami akan langsung merehabilitasinya menggunakan dana APBK (Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten) Aceh Utara," tegasnya.

Kondisi kebocoran ini memicu kekhawatiran masyarakat mengingat makam Malikussaleh merupakan destinasi wisata religi sekaligus bukti sejarah Islam terbesar di Asia Tenggara yang dikunjungi peziarah  dalam negeri hingga mancanegara. (tim/red).

Post a Comment

أحدث أقدم