/> Sambut 1 Muharram 1448 H/2026, Dakwah Islamiah di Gagas Majelis Peudada Bireuen Meusaboeh

Sambut 1 Muharram 1448 H/2026, Dakwah Islamiah di Gagas Majelis Peudada Bireuen Meusaboeh

 



Bireuen, newsataloen.com- Suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan mewarnai kegiatan Dakwah Islamiyah dan Khanduri Bersama yang digagas oleh Majelis Peudada Bireuen Meusaboh, Senin malam (22-06/2026). 

Acara pembukaan dimulai pukul 21.00 Wib, dibarengi dengan lantunan pembacaan kitab suci Al Qur'an oleh Tgk Ramadhan S.Pd dan Shalawat Nabi kepada Rasulullah Shalallahu'alai Wassalam, turut dihadiri lebih dari seribuan jamaah dari berbagai puluhan gampong dari 52 Desa di Kecamatan Peudada.

Kegiatan diawali dengan sambutan Abu Kamaruzzaman pimpinan Dayah/Pesantren Nurul Islam, turut mengajak seluruh masyarakat Peudada untuk terus mempererat ukhuwah Islamiyah dan menjadikan momentum kegiatan keagamaan sebagai sarana komunikasi dalam memperkuat persatuan ummat atau rakyat ditengah perkembangan zaman'. juga Imuem Chik Mesjid Baitunnur Kecamatan Peudada

Camat Peudada, Erry Seprinaldi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Majelis Peudada Meusaboh yang telah menggagas kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan dakwah dan kebersamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai wadah mempererat silaturahmi.

Serta meningkatkan nilai-nilai keagamaan di tengah tokoh agama, tokoh adat dan para pemuda, masyarakat begitu terasa semaraknya hadirnya ribuan masyarakat merupakan sebuah energi semangat kebangkitan.

Dengan adanya acara Dakwah Islamiah ini, tentunya agenda acara seperti ini adalah suatu kemulian, perlu dilestarikan dimasa akan datang dalam menyambut dan  peringati hari besar Islam dan hari besar nasional serta tradisi masyarakat Aceh telah berlangsung secara turun menurun sesuai adat dan budaya Aceh", katanya Camat Peudada 

Puncak acara Dakwah disampaikan oleh Al Mukarram Tgk. Asnawi Arakundo. Dalam ceramah tausiahnya, beliau mengajak para jamaah dan masyarakat perlu untuk meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan kepada Allah Swt, agar bisa memperbanyak amal kebaikan.

Menjaga persatuan ummat dan kekompakan ditengah masyarakat dari segala bentuk penyakit hati ditengah ummat di taman duniawi dengan hal hal positif untuk bisa selalu bermunajat kepada Allah Swt dengan Memakmurkan jamaah shalat di Mesjid dan kegiatan pengajian rutinitas sebulan 4 kali.

"Minimal bisa mengikuti dan memakmurkan kegiatan majelis taklim pengajian dalam seminggu sekali melalui menuntut ilmu, Tauhid, Fiqah dan Tasawuf, baik di Mesjid, Meunasah atau Dayah serta diberbagai tempat pengajian yang ada di kecamatan Peudada.

Semua kita manusia selaku hamba Allah mendapatkan hidayah Nya, segala bentuk nikmat keberkahan dan Rahmat Ilaihi Rabbi dari segala pintu langit dan bumi, apabila kita selalu dekat dengan mengingat Allah Swt. Supaya selalu bersyukur atas segala keyakinan dalam rukun Islam dan rukun iman untuk menatap masa depan keselamatan dan kebahagiaan dunia-akhirat", ujarnya.

Juga Mubaligh Tgk Asnawi Arakundoe Aceh Timur itu, agar semua kita manusia selaku makhluk Allah, bisa ikhlas, sabar dengan selalu bersyukur atas segala Rahmat Allah dengan selalu Ridha atas segala kehendak Allah Swt, baik Qadar baik/qadar buruk maupun segala bentuk teguran Allah dalam.

Setiap musibah atau bala seperti, Bencana Banjir Bandang-Longsor menimpa wilayah Aceh-Sumatra, khususnya menimpa masyarakat Peudada di akhir tahun yang lalu pada tanggal 26 November 2025", terangnya sang Mubaligh Tgk Asnawi Arakundoe termaksyur tersebut

Ketua panitia Muntasir, pada kesempatan tersebut, juga turut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya inisiatif dari berbagai masukan saran masyarakat dari tokoh agama,tokoh adat dan para pemuda di kecamatan Peudada, melalui kerjasama sama semua pihak yang tergabung dalam Majelis Masyarakat Peudada Meusaboh. 

Untuk merajut kebersamaan dalam membangun aspek tatanan kehidupan, berbangsa dan negara, tentunya perlu adanya perdamaian dalam melestarikan persatuan demi mempererat tali silaturrahmi persaudaraan, serta bagaimana menghidupkan kembali.(rel ).

Post a Comment

أحدث أقدم