![]() |
| Dr.Iswadi |
Jakarta, newsataloen.com - Praktisi dan pemerhati pendidikan, Dr. Iswadi, menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran merupakan kebutuhan mendesak yang harus terus diperkuat dalam sistem pendidikan Indonesia. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk cara peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan.
Dr. Iswadi , Senin (22/06) di Jakarta,menyampaikan bahwa digitalisasi pembelajaran bukan sekadar penggunaan perangkat teknologi di ruang kelas, melainkan sebuah transformasi menyeluruh dalam proses belajar mengajar. Transformasi tersebut mencakup pemanfaatan platform digital, media pembelajaran interaktif, kecerdasan buatan, serta berbagai sumber belajar daring yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.
Digitalisasi pembelajaran menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Peserta didik saat ini hidup dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi. Oleh karena itu, sistem pendidikan harus mampu beradaptasi agar proses pembelajaran tetap relevan, efektif, dan menarik, ujar Dr. Iswadi.
Penerapan teknologi digital dalam pendidikan memberikan banyak manfaat. Salah satunya adalah meningkatnya akses terhadap sumber belajar yang lebih luas dan beragam. Melalui internet dan berbagai platform edukasi, peserta didik dapat memperoleh informasi dari berbagai referensi terpercaya tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Selain itu, digitalisasi juga memungkinkan terjadinya pembelajaran yang lebih personal. Guru dapat menyesuaikan metode dan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, serta karakteristik masing-masing peserta didik. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan mampu meningkatkan hasil belajar secara signifikan.
Dr. Iswadi menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital juga dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa. Berbagai aplikasi dan media interaktif mendorong peserta didik untuk lebih aktif dalam mengeksplorasi pengetahuan, berdiskusi, memecahkan masalah, serta menghasilkan karya karya inovatif yang sesuai dengan tuntutan zaman.
Pendidikan saat ini tidak lagi berorientasi pada hafalan semata. Yang dibutuhkan adalah kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Semua kompetensi tersebut dapat diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital yang tepat, katanya.
Dr. Iswadi mengingatkan bahwa keberhasilan digitalisasi pembelajaran tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia. Guru sebagai ujung tombak pendidikan harus memiliki kompetensi digital yang memadai agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dalam proses pembelajaran.
Ia menilai bahwa peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi pendidikan digital. Selain itu, dukungan infrastruktur seperti jaringan internet yang memadai, perangkat teknologi yang terjangkau, serta kebijakan pendidikan yang adaptif juga perlu terus diperkuat.
Dr. Iswadi juga menekankan pentingnya literasi digital bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan menyaring informasi, menjaga etika dalam ruang digital, serta melindungi diri dari berbagai risiko penyalahgunaan teknologi.
Penguatan literasi digital akan membantu menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, produktif, dan bertanggung jawab. Hal ini menjadi semakin penting mengingat tingginya intensitas penggunaan teknologi di kalangan generasi muda.
Dr. Iswadi optimistis bahwa digitalisasi pembelajaran dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, guru, orang tua, dan masyarakat, transformasi pendidikan berbasis teknologi dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.(rizal jibro).

Post a Comment