Bireuen, newsataloen.com - Air berlumpur pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kreung Peusangan Kabupaten Bireuen, protes manajemen,selain mati dua hari setelah hidup air berlumpur.
Khusus Warga Kota Bireuen, sangat sesalkan manajemen Perusahaan Daerah Air Minum tersebut,sudah dua hari mati Sabtu -Minggu(13-14 Juni 2026),baru Senin (15/06) hidup kembali.
Setelah hidup ternyata air, sangat kotor padahal warga khususnya Kota Bireuen,iyuran setiap bulan dibayar melalui petugas Perusahaan Daerah Air Minum Kreung Peusangan,mengutip ke rumah pelanggan.
Turun ke berbagai Gampong dan Kota, untuk mengintip retribusi air, tetapi kwalitas air dan hidup mati tidak di jaga,oleh manajemen Perusahaan Daerah Air Minum Kreung Peusangan itu, ungkap sejumlah warga kepada tim media ini.
Bila mati total satu sampai dua hari, warga sangat sesal sebab selain tidak dikasih tahu kepada pelanggan, khususnya lokasi Kota Bireuen,merasa kalang kabut untuk mencari air bersih,untuk mandi atau minum.
Seharusnya pihak manajemen Perusahaan Daerah Air Minum Kreung Peusangan,kasih tahu air mati dua hari ada perbaikan kepada pelanggan,agar warga atau pelanggan siap siap menyediakan air khusus untuk mandi dan cuci pakaian.
Sedang untuk minum bisa kita beli di galon galon penjualan air bersih,jadi bila ada perbaikan, manajemen PDAM Kreung Peusangan Bireuen, sebaiknya di beri tahu kepada pelanggan.
Apalagi satu sampai beberapa hari baru hidup,warga di Kota mencari cadangan air bersih khususnya untuk mandi dan cuci pakaian, untuk di beli dari galon,ungkap warga (rizal jibro).

إرسال تعليق