Aceh Utara, newsataloen.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Lhoksukon, Aceh Utara, menggelar acara pelepasan siswa-siswi kelas VI dengan penuh khidmat dan haru. Tahun ini, mengusung tema "Membina karakter transisi siswa & Pentas Seni (Pensi), dimeriahkan tarian murid yang berlangsung Kamis (21/05/2026) di halaman sekolah setempat.
Kepala SDN 7 Lhoksukon, Nurul Husna, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal siswa membawa nilai-nilai kebaikan ke lingkungan yang lebih luas. "Anak-anakku, selama di sekolah mungkin pernah ditegur, diarahkan, dan diminta untuk tidak mengulangi kesalahan. Semua itu adalah bagian dari proses mendidik," ujar Nurul Husna memotivasi lulusan.
Dalam pidatonya, Nurul menyoroti bahwa pendidikan anak tidak akan maksimal tanpa pondasi kuat di lingkungan keluarga. Menurutnya, sekolah bertugas menguatkan adab dan akhlak yang seharusnya sudah dimulai dari rumah
"Orang tua adalah pondasi utama adab, karakter, dan arah prestasi anak sejak dini. Akhlak anak dibentuk dari rumah, sekolah bertugas menguatkan, dan guru membimbing. Jika pendidikan di rumah sudah baik, anak pasti akan santun di sekolah," tegas Nurul Husna.
Ia juga berbagi pandangan mengenai kebahagiaan sejati seorang pendidik yang tidak diukur dari materi, melainkan melihat perubahan positif pada murid. "Bahagia guru itu saat melihat muridnya berubah. Saat yang malas menjadi rajin, yang ribut menjadi tertib, dan yang belum bisa menjadi bisa. Kebahagiaan kami adalah saat murid sukses namun tetap ingat pada gurunya," tutur Nurul.
Di akhir sambutan, Nurul Husna memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wali murid yang telah memercayakan pendidikan anak-anak mereka di SDN 7 Lhoksukon. Pihak sekolah juga menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih atas dedikasi guru dalam mendidik.
Dalam kesempatannya, Tgk. Saifullah selaku perwakilan dari seluruh orang tua dan wali siswa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak sekolah. Beliau mengapresiasi dedikasi para guru dalam mendidik dan membimbing anak-anak selama ini.
"Kami menitipkan anak-anak di sini dengan harapan besar, dan hari ini kami melihat hasil didikan yang luar biasa dari para guru. Terima kasih atas kesabaran dan ilmu yang diberikan," ujar Tgk. Saifullah dalam sambutannya. Beliau juga berpesan kepada seluruh siswa untuk terus menjaga akhlak dan mengamalkan ilmu yang telah didapat.
Dalam kesempatannya, Tgk. Saifullah selaku perwakilan dari seluruh orang tua dan wali siswa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak sekolah. Beliau mengapresiasi dedikasi para guru dalam mendidik dan membimbing anak-anak selama ini.
"Kami menitipkan anak-anak di sini dengan harapan besar, dan hari ini kami melihat hasil didikan yang luar biasa dari para guru. Terima kasih atas kesabaran dan ilmu yang diberikan," ujar Tgk. Saifullah dalam sambutannya. Beliau juga berpesan kepada seluruh siswa untuk terus menjaga akhlak dan mengamalkan ilmu yang telah didapat.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Aceh Utara, H. Jamaluddin,S.Sos,M.Pd menyampaikan bahwa acara pelepasan siswa tidak boleh hanya bermakna seremonial belaka. Momen ini harus menjadi pondasi kuat dalam mengevaluasi perkembangan moral para peserta didik.
"Acara ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan bagian dari kurikulum berbasis pembentukan karakter siswa," ujar Jamaluddin.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan karakter tidak bisa bertumpu pada satu pihak saja. Perlu ada ikatan emosional dan kerja sama yang erat antara lingkungan tempat tinggal anak dan tempat mereka menimba ilmu.
Ia menambahkan bahwa momen perpisahan ini harus menjadi ajang refleksi pentingnya sinergi antara orang tua dan sekolah dalam mencetak generasi berkarakter. Melalui kolaborasi tersebut, pengawasan terhadap perkembangan moral anak pasca-kelulusan dapat tetap berjalan berkesinambungan.
Diakhiri dengan acara serah terima siswa kembali ke orang tua/penyerahan penghargaan kepada murid kelas 6 yang berkemajuan baik dalam menuntaskan hafalan ayatnya, dilanjutkan dengan doa bersama. (tim/red)
"Acara ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan bagian dari kurikulum berbasis pembentukan karakter siswa," ujar Jamaluddin.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan karakter tidak bisa bertumpu pada satu pihak saja. Perlu ada ikatan emosional dan kerja sama yang erat antara lingkungan tempat tinggal anak dan tempat mereka menimba ilmu.
Ia menambahkan bahwa momen perpisahan ini harus menjadi ajang refleksi pentingnya sinergi antara orang tua dan sekolah dalam mencetak generasi berkarakter. Melalui kolaborasi tersebut, pengawasan terhadap perkembangan moral anak pasca-kelulusan dapat tetap berjalan berkesinambungan.
Diakhiri dengan acara serah terima siswa kembali ke orang tua/penyerahan penghargaan kepada murid kelas 6 yang berkemajuan baik dalam menuntaskan hafalan ayatnya, dilanjutkan dengan doa bersama. (tim/red)



Post a Comment