Hal itu diutarakan oleh M. Fauzan Ridha, Ketua Kelompok Substansi Perancangan Teknis Perlindungan dan Optimasi Lahan Kementerian Pertanian, baru-baru ini, saat melakukan tinjauan lapangan.
Fauzan menyebutkan, terdapat sejumlah hektare lahan yang membutuhkan percepatan rehabilitasi agar tidak mengganggu siklus tanam petani. “Ini merupakan bagian dari upaya percepatan agar sawah yang terdampak banjir bisa segera ditanami kembali,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, tim Kementerian Pertanian bersama jajaran daerah meninjau langsung proses rehabilitasi sawah di Desa Alue Keutapang, Kecamatan Bandar Dua Ulee Glee, Kabupaten Pidie Jaya. Selain itu, mereka juga mengecek kondisi saluran irigasi yang sebelumnya tertimbun lumpur dan kini telah dibersihkan untuk mendukung pengairan ke lahan pertanian.
Pemantauan turut dilakukan terhadap debit air di kawasan irigasi Kumba guna memastikan ketersediaan air bagi kebutuhan petani selama masa tanam berlangsung.
Kegiatan ini juga diikuti oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya, para kepala bidang, penyuluh pertanian, serta petani setempat.
Sementara Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi melalui Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, M. Nur, mengungkapkan, bahwa pihaknya terus berupaya mengusulkan dukungan tambahan dari pemerintah pusat.
“Kami akan terus berjuang agar bantuan dari pemerintah pusat segera turun untuk membantu petani, baik yang sawahnya mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan,” sebutnya.
Saat ini, rehabilitasi sawah pascabanjir masih berlangsung di sejumlah titik di Pidie Jaya sebagai bagian dari upaya pemulihan sektor pertanian dan menjaga ketahanan pangan daerah.(din/li)

Post a Comment