DELI SERDANG, newsataloen.com – Teori di ruang kelas saja tidak cukup. Sejumlah mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan aksi turun lapangan ke Pekan Pancur Batu, Deli Serdang, Senin (6/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk membedah langsung dinamika pasar dan jalur distribusi pangan dari hulu ke hilir.
Mariska, juru bicara kelompok mahasiswa tersebut, menyebutkan bahwa observasi ini bertujuan untuk memahami efisiensi rantai pasok komoditas pertanian di dunia nyata.
"Tujuan kami kemari yaitu turun lapangan langsung melihat kondisi pasar. Kami ingin mempelajari bagaimana rantai pasok bekerja secara riil, bukan sekadar teori," ungkap Mariska di lokasi.
Dalam kegiatan ini, Mariska didampingi oleh rekan timnya, yakni Alisha Najwa, Liandira, Nurul Lidia, Jahanisa, dan Melinda Najwa. Mereka mengobservasi alur distribusi barang hingga berinteraksi langsung dengan para pedagang dan pengunjung pasar.
Cetak Agripreneur Tangguh
Kegiatan praktik lapangan ini merupakan bagian dari upaya Prodi Agribisnis USU dalam menempa mahasiswa menjadi agripreneur (pengusaha pertanian) muda yang tangguh. Selain itu, pemahaman lapangan yang kuat menjadi modal penting bagi calon tenaga profesional di industri perkebunan dan pertanian masa depan.
Sebagai informasi, lulusan Agribisnis USU diproyeksikan mengisi peran strategis seperti:
- Manajer & Pengusaha Agribisnis (Entrepreneur)
- Fasilitator Pengembangan Masyarakat Agribisnis
- Peneliti Agribisnis yang handal
- Standar Internasional
Penguatan kompetensi di lapangan ini sejalan dengan kualitas pendidikan di Agribisnis USU yang telah mengantongi akreditasi Unggul dari BAN-PT serta akreditasi internasional dari FIBAA. Kurikulum yang diterapkan memiliki fokus khusus pada sektor perkebunan berdaya saing global, sesuai dengan karakteristik wilayah Sumatera Utara.
Hasil observasi di Pekan Pancur Batu ini nantinya akan disusun menjadi laporan resmi di bawah bimbingan dosen pendamping, Ibu Linda. Melalui riset lapangan ini, diharapkan mahasiswa mampu menjembatani teori akademis dengan realita ekonomi kerakyatan, sekaligus memberikan solusi bagi tantangan distribusi pangan di masyarakat. (ms/ops/mi).

Post a Comment