/> Langkah Besar Dr. Iswadi, M.Pd Menuju Kabinet: Memperjuangkan Pendidikan Adil dan Membebaskan

Langkah Besar Dr. Iswadi, M.Pd Menuju Kabinet: Memperjuangkan Pendidikan Adil dan Membebaskan

 

L

Dr.Iswadi,M.Pd

Jakarta, newsataloen.com -   Langkah besar Dr. Iswadi, M.Pd menuju kabinet mencerminkan tekad dan dedikasinya dalam memperjuangkan pendidikan yang adil dan membebaskan. Baginya, pendidikan bukan sekadar sektor pembangunan, melainkan fondasi utama dalam membentuk masa depan bangsa yang berkeadilan. Ia meyakini bahwa kebijakan yang tepat dan berpihak dapat menjadikan pendidikan sebagai alat transformasi sosial yang mampu mengangkat derajat masyarakat secara menyeluruh.

Perjalanan panjangnya di dunia pendidikan telah membentuk cara pandangnya yang kritis dan visioner. Selama bertahun-tahun, ia terlibat langsung dalam berbagai aktivitas akademik dan praktik pendidikan, memberinya pemahaman mendalam tentang realitas di lapangan. Ia melihat ketimpangan sebagai persoalan utama, mulai dari akses yang tidak merata hingga kualitas pembelajaran yang berbeda antarwilayah. Kondisi ini mendorongnya untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga bagian dari solusi.

Keinginannya untuk melangkah ke kabinet bukanlah ambisi yang muncul secara tiba-tiba. Gagasan tersebut tumbuh dari kesadaran bahwa perubahan sistemik membutuhkan peran di tingkat pengambilan kebijakan. Ia ingin hadir di ruang strategis agar dapat memastikan kebijakan pendidikan benar-benar berpihak pada masyarakat luas, khususnya mereka yang selama ini terpinggirkan,terang Iswadi,di Jakarta kepada tim media ini, Jum'at Sore (27/03).

Dalam visinya, pendidikan yang adil berarti setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan berkualitas, tanpa kesenjangan antara kota besar dan daerah terpencil. Karena itu, ia mendorong pemerataan infrastruktur, distribusi tenaga pendidik yang seimbang, serta pemanfaatan teknologi untuk menjangkau wilayah sulit.

Sementara itu, konsep pendidikan yang membebaskan menjadi inti perjuangannya. Ia percaya pendidikan harus memerdekakan cara berpikir dan mengembangkan potensi individu secara utuh. Pendekatan yang terlalu menekankan hafalan dan keseragaman dinilai justru menghambat kreativitas dan daya kritis. Sebagai alternatif, ia mendorong metode yang lebih humanis, dialogis, dan partisipatif.

Dalam kerangka tersebut, peran guru menjadi sangat strategis. Ia memandang guru sebagai agen perubahan yang menentukan kualitas generasi masa depan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi, kualitas, dan kesejahteraan guru menjadi prioritas. Guru yang dihargai akan lebih mampu menciptakan suasana belajar yang inspiratif dan memberdayakan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya reformasi kurikulum agar relevan dengan kebutuhan zaman. Pendidikan harus membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital. Kurikulum harus fleksibel dan adaptif terhadap perubahan sosial serta dinamika dunia kerja.

Langkah menuju kabinet ini juga menjadi upaya menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Selama ini, banyak kebijakan pendidikan kurang efektif karena tidak selaras dengan kondisi nyata di lapangan. Dengan pengalaman yang dimilikinya, ia berharap dapat menghadirkan kebijakan yang realistis, implementatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Meski demikian, ia menyadari bahwa jalan menuju kabinet bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kerja keras, konsistensi, dan komitmen untuk tetap berada pada jalur perjuangan. Ia juga harus membangun kepercayaan publik dan membuktikan bahwa gagasannya dapat diwujudkan secara nyata.

Pada akhirnya, langkah besar ini bukan sekadar tentang meraih posisi dalam pemerintahan, tetapi tentang menghadirkan perubahan nyata dalam dunia pendidikan. Ia ingin memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. Dengan visi yang jelas dan semangat yang kuat, ia terus melangkah maju demi pendidikan yang adil dan membebaskan sebagai jalan menuju bangsa yang lebih maju dan berkeadilan.(rizal jibro).

Post a Comment

Previous Post Next Post