Aceh Utara, newsataloen.com – Warga Gampong Nibong Baroh, Kecamatan Nibong, Aceh Utara, kini punya cara seru untuk menghijaukan lingkungan sekaligus membangun kemandirian ekonomi. Pada Rabu (25/3/2026), warga berbondong-bondong mendatangi Bank Sampah Mandiri setempat untuk memulai penanaman pohon kelapa jenis hibrida dan pandan wangi.
Program ini bukan sekadar penghijauan biasa. Melalui inisiatif ini, setiap rumah di desa tersebut mendapatkan jatah satu batang bibit kelapa untuk ditanam di pekarangan masing-masing.
Geuchik Nibong Baroh, Razali, S.A.B, menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah meningkatkan komoditas masyarakat secara mandiri. Ia berharap, di masa depan warga tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli kelapa karena sudah tersedia di halaman rumah.
"Satu rumah satu batang. Ya, minimal nanti tidak usah beli kelapa lagi. Ini bagian dari upaya kita agar masyarakat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan komoditas harian," ujar Razali kepada media.
Langkah nyata ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Pema Global Energi (PGE) dan Rumah Zakat Indonesia, dengan dukungan penuh dari Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).
Sebelumnya, PT PGE telah meluncurkan unit Bank Sampah dan memulai penanaman pohon produktif di desa tersebut. Program pemberdayaan ini dirancang untuk jangka panjang, yakni membawa Desa Nibong Baroh menuju status Kampung Iklim (ProKlim)—sebuah program nasional yang digalakkan pemerintah untuk mitigasi perubahan iklim berbasis komunitas.
Dengan semangat gotong royong ini, Nibong Baroh optimistis bisa menjadi contoh gampong yang asri, produktif, dan mandiri di Aceh Utara. (tim/red).

إرسال تعليق