/> Asdeki Wujudkan Kemajuan Organisasi Usaha Depo Peti Kemas

Asdeki Wujudkan Kemajuan Organisasi Usaha Depo Peti Kemas

 

Khairul Mahalli 

Jakarta, newsataloen.com - Ketua Umum DPP Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI), Khairul Mahalli menyatakan visi dan misi Asdeki sebagai landasan ideologis adalah mewujudkan kemajuan organisasi usaha depo peti kemas bersama pelaku ekonomi lainnya yang bermanfaat bagi anggotanya.

"Visi dan misi Asdeki merupakan landasan ideologis yang harus kita laksanakan dengan sebaik-baiknya bagi kemajuan organisasi usaha depo peti kemas," ujar Mahalli saat menjadi narasumber pada VarietyTalkshow Utalk di Jakarta Utara, Sabtu 7/3/2023.

Kegiatan yang digelar  URADIO secara hybrid melalui platform Zoom juga dihadiri Agustian, Station Manager Uradio dan sejumlah undangan lainnya.

Sedangkan Misi Utama lanjutnya memperjuangkan dan melindungi hak serta kepentingan anggota. Menjalin kerjasama pemerintah & internasional.Meningkatkan profesionalisme memacu kinerja depo.

"Core Value: Kedaulatan, Kemandirian, dan Keadilan Sosial (Sila kelima Pancasila," kata Mahalli yang juga Ketum DPP Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) dan Waketum Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) ini.

Menyinggung tentang Pelabuhan Tanjung Periuk Jakarta, Mahalli menggambarkan realitas pahit Tanjung Priok (Data & Fakta)

Dia menyebutkan Volume Logistik: Rata-rata 2.500 truk/hari; melonjak hingga 5.000–7.000 truk saat sistem pelabuhan gagal. Bisa dibayangkan dampak sosialnya adalah kemacetan parah di ruas jalan kota pelabuhanyang juga menjadi ruang hidup warga.

Berbicara tentang krisis keselamatan, Mahalli menyebutkan ratusan kecelakaan per tahun dengan puluhan korban jiwa, melibatkan truk kontainer berat.

Lantas bagaimana mengakhiri paradoks "Tukang Gali" . Mahalli menjelaskan definisi paradoks: kaya sumber daya (volume), namun miskin nilai tambah (value-added).

"Hegemoni Global: Perlawanan terhadap sistem neoliberal . (WTO/IMF) yang memaksa negara berkembang hanya menjadi penyedia bahan mentah murah.

"Hilirisasi Jasa: Depo bukan sekadar tempat "parkir" kotak besi, melainkan pusat integrasi nilai tambah," papar Mahalli seraya menjelaskan Strategi Ekonomi Makro ASDEKI :1. Strategi BOP (Balance of Payments): Efisiensi operasional depo = Menekan denda demurrage asing.

Hasil: 1.Menambal kebocoran devisa negara. 2. Strategi ATR (Asset to Revenue): Optimalisasi aset lahan yang ada melalui teknologi. Hasil: Kemandirian finansial tanpa ketergantungan utang luar.

Khairul Mahalli yang menjabat Ketua Umum Asdeki periode 2023-2028 juga menyampaikan 7 pilar kepemimpinannya.1. Kedaulatan Tuan Rumah: Pemain utama di pelabuhan sendiri.

2. Integrasi Tanpa Sekat: Menyatukan ekosistem Sabang-Merauke. 3. Harkat & Martabat Anggota: Perlindungan hak dari penindasan sistem liberal. 4. Standar Dunia, Kekuatan Lokal: Profesionalisme berjiwa nasionalis. 5. Kemandirian Ekonomi: Penguatan struktur modal domestik.

6. Sinergi Strategis Pemerintah: Mitra Asta Cita Presiden Prabowo.7. Digitalisasi Berdikari: Keamanan data logistik nasional.(bay)

Post a Comment

Previous Post Next Post