/> Ramadhan Banjir Sampah: Volume Melonjak 3 Kali Lipat Saat Jumlah Armada Menipis

Ramadhan Banjir Sampah: Volume Melonjak 3 Kali Lipat Saat Jumlah Armada Menipis



Aceh Utara, newsataloen.com - Memasuki hari ke-5 bulan suci Ramadan, Kabupaten Aceh Utara menghadapi masalah serius terkait kebersihan. Tren konsumsi masyarakat yang meningkat tajam memicu lonjakan volume sampah hingga 3 kali lipat dibandingkan hari biasa.

Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan infrastruktur. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Utara mengaku kewalahan lantaran jumlah armada truk pengangkut sampah yang laik jalan justru berkurang.

Plt. Kepala DLHK Aceh Utara, Saiful Fata, mengonfirmasi bahwa ketidakseimbangan antara jumlah sampah dan armada mulai memicu penumpukan di sejumlah titik penampungan sementara 

"Hingga hari ke-5 Ramadhan, peningkatan memang signifikan, terutama didominasi sampah organik seperti batok kelapa dan ampas tebu. Kondisi ini diperparah dengan berkurangnya armada yang laik jalan," ujar Saiful, Senin (23/02/2026).

Menurutnya, kondisi ini diperparah dengan berkurangnya jumlah truk pengangkut sampah yang laik jalan. Akibat ketidakseimbangan antara volume sampah dan jumlah armada, pengangkutan mulai terjadi di sejumlah pusat kecamatan.

“Potensi penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) kini menjadi ancaman serius bagi kebersihan dan kenyamanan lingkungan,” ujarnya.

Untuk itu, Ia mengimbau masyarakat untuk memisahkan sampah organik dan anorganik di TPS untuk mempermudah proses pengelolaan. Dan tidak membuangnya sembarangan tempat. Padahal, pemilahan sejak awal dinilai menjadi kunci untuk mengurangi beban di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kalau sejak awal sudah dipisah, proses pengelolaan berikutnya akan jauh lebih mudah dan nilai ekonominya juga bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Ia berharap kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat. Pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar solusi yang dibangun dapat berjalan berkelanjutan. 

“Harapannya, dari langkah kecil seperti ini, masyarakat semakin sadar bahwa memilah sampah itu sederhana, tapi dampaknya besar bagi lingkungan,” pungkasnya. 



Sampah di Aceh Utara Meledak 3 kali lipat Selama Ramadan, Armada Angkut Malah Berkurang!



Sebagai langkah darurat, DLHK mengimbau warga untuk tidak hanya sekadar membuang sampah, tetapi mulai melakukan pemilahan mandiri.

"Kami sangat berharap masyarakat memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah atau di TPS. Jika sudah dipisah, beban di TPA akan berkurang dan proses pengelolaan jadi jauh lebih mudah," tambah Saiful.

Ia menekankan bahwa menjaga kebersihan di bulan suci ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan butuh kesadaran kolektif. Dengan memilah sampah, masyarakat juga bisa memanfaatkan nilai ekonomi dari sampah anorganik yang bisa didaur ulang.

"Langkah kecil seperti memilah sampah dampaknya sangat besar bagi lingkungan kita semua," pungkasnya. 

Post a Comment

أحدث أقدم