Aceh Utara, newsataloen.com – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdis) Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Johan, resmi melantik pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) se-Kabupaten Aceh Utara.
Dalam arahannya, Muhammad Johan menekankan pentingnya transformasi metode mengajar untuk meningkatkan daya saing pendidikan di era abad ke-21.
Mengusung tema "Penggunaan Metode Mengajar untuk Mutu Pendidikan yang Siap Berdaya Saing", Muhammad Johan menegaskan bahwa MGMP harus menjadi "laboratorium ide" bagi para guru untuk menyempurnakan praktik pembelajaran di kelas.
"Mutu pendidikan tidak lahir dari administrasi yang rapi semata, melainkan dari praktik pembelajaran yang hidup dan memanusiakan," papar Muhammad Johan, mengutip esensi dari buku karyanya yang berjudul Membangun Budaya Mutu Sekolah di Aceh Utara
Dalam momentum tersebut, ia menyampaikan pesan bahwa, guru iminta beralih dari metode ceramah konvensional ke pembelajaran aktif dan berdiferensiasi. Ia menekankan bahwa akreditasi saat ini berbasis kinerja nyata, bukan sekadar tumpukan dokumen. Selain mengacu ngacu pada filosofi Agama Tapeukong dan Aneuk Meutuah, ia berharap guru mampu melahirkan generasi yang pintar (beucarong) sekaligus berakhlak mulia dan menjaga martabat Aceh.
Ia berharap MGMP menjadi wadah berbagi praktik baik (learning community) antar guru untuk memajukan pendidikan di seluruh pelosok Aceh Utara, mulai dari pesisir Pirak hingga pedalaman Sawang.
"Saya percaya dengan komitmen untuk terus berinovasi, kita mampu mengantarkan anak-anak Aceh Utara menjadi generasi yang beucarong dan beumeusyuhu (tersohor)," tambahnya.
Acara pelantikan ini dihadiri oleh jajaran Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, serta pengurus MGMP dari berbagai mata pelajaran. Kacabdin Pendidikan Aceh Utara menutup sambutannya dengan mengajak seluruh elemen pendidikan menjadikan amanah ini sebagai ladang ibadah untuk mewujudkan Aceh Utara Bangkit. ***

Post a Comment