/> SMAN 1 Matangkuli Salurkan Donasi bagi 500 Penyintas Banjir

SMAN 1 Matangkuli Salurkan Donasi bagi 500 Penyintas Banjir

 

Keterangan foto: Penyerahan Bantuan bagi Penyintas Bencana Banjir SMA Negeri 1 Matangkuli oleh Representasi PHE, Jefri dan Pihak SMA Negeri 1 Matangkuli


Aceh Utara, newsataloen.com — SMA Negeri 1 Matangkuli menyalurkan bantuan kemanusiaan dari berbagai donatur kepada 500 siswanya yang menjadi penyintas bencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada November hingga Desember 2025 lalu. Bantuan disalurkan dalam bentuk perlengkapan sekolah (school kits) sesuai petunjuk teknis (juknis), guna mendukung pemulihan pendidikan pascabencana.

Sejumlah pihak turut berkontribusi dalam aksi solidaritas ini. Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan bantuan sebesar Rp20 juta yang diperuntukkan bagi kebutuhan mushalla sekolah. Pertamina Hulu Energy (PHE) menyalurkan bantuan senilai Rp10 juta serta 30 unit tas sekolah. Lembaga Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Hak Asasi Manusia Aceh menyumbangkan 30 pasang pakaian seragam dan tumbler. Balai Guru dan Tenaga Kependidikan turut memberikan bantuan berupa pakaian seragam, tas, dan alat tulis.

Selain itu, Partner Berbagi Banda Aceh menyalurkan 20 paket tas dan alat tulis, pengusaha Ismail Rasyid (Trans Continent) memberikan bantuan sebesar Rp5 juta, bantuan masyarakat melalui organisasi siswa di sekolah sebesar Rp3,6 juta, serta dukungan dari guru dan alumni sebesar Rp2 juta. Seluruh bantuan tersebut dikonversi menjadi school kits yang mencakup pakaian seragam, tas, sepatu, buku, alat tulis, serta perlengkapan mushalla, sehingga tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan mendasar peserta didik.

Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Senin (12/01/2026) di lingkungan SMA Negeri 1 Matangkuli. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan donatur, Jefri dari Pertamina Hulu Energy, serta Pengawas Sekolah Saifullah Yusuf, M.Pd., sebagai representatif Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara.

Dalam sambutannya, Jefri mengajak seluruh warga sekolah untuk bangkit dari dampak bencana dan menjadikannya sebagai momentum menata kembali lingkungan hidup. Ia menekankan pentingnya gerakan mitigasi bencana melalui aksi nyata, seperti reboisasi dan kepedulian terhadap kelestarian alam.

Sementara itu, Pengawas Sekolah Saifullah Yusuf, M.Pd. menyampaikan pesan edukatif dan penuh semangat kepada para siswa agar membangun karakter tangguh, resilien, dan berdaya juang tinggi. Menurutnya, bencana merupakan pelajaran alam dari Ilahi yang harus disikapi dengan penguatan nilai, solidaritas, dan kesiapsiagaan.

Menutup rangkaian sambutan, Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Khairuddin, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur, baik dari instansi pemerintah, perusahaan, pengusaha, masyarakat, guru, maupun alumni. Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan dikelola secara akuntabel, terbuka, dan disalurkan langsung sesuai kebutuhan dasar pendidikan para penyintas.

Saat ini, SMA Negeri 1 Matangkuli telah kembali melaksanakan pembelajaran secara normal. Seluruh kelas telah aktif belajar, meskipun beberapa di antaranya masih harus belajar secara lesehan akibat kerusakan kursi dan meja yang terdampak banjir. Selain itu, pembelajaran kokurikuler diarahkan pada tema kebencanaan sebagai bagian dari proses pemulihan (recovery) pascabencana sekaligus upaya mitigasi untuk menghadapi potensi bencana di masa mendatang. ***

Post a Comment

أحدث أقدم