Lhokseumawe, newsataloen.com - Babinsa Koramil 16/Banda Sakti, Sertu Safriadi, melaksanakan kegiatan pemantauan harga sembako secara mendetail di Pasar Inpres, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Rabu (7/1/2026).
Langkah ini diambil sebagai upaya deteksi dini terhadap fluktuasi harga pasar yang dapat berdampak pada daya beli masyarakat di wilayah perkotaan. Dalam kegiatan tersebut, Babinsa mendatangi langsung para pedagang untuk memverifikasi harga jual komoditas mulai dari beras, bumbu dapur, hingga daging dan telur.
Dari hasil pendataan di lapangan, ditemukan bahwa harga Beras Premium merk Rajawali (15 kg) dipatok Rp235.000, sementara harga Telur berada di angka Rp53.000 per papan. Untuk komoditas bumbu, Cabe Merah dijual Rp35.000/kg, Cabe Rawit Rp60.000/kg, Bawang Merah Rp40.000/kg, dan Bawang Putih Rp34.000/kg. Sektor minyak goreng menunjukkan variasi harga yakni merk Sanco Rp23.000/ltr, merk Kita Rp20.000/ltr, dan minyak goreng curah Rp19.000/ltr, sedangkan harga daging sapi stabil di angka Rp160.000/kg dan daging ayam berkisar Rp60.000 hingga Rp90.000 per ekor.
Sertu Safriadi menjelaskan bahwa monitoring ini bertujuan untuk menjaga transparansi harga di tingkat pedagang eceran agar tetap dalam batas kewajaran. “Kami mencatat secara lengkap mulai dari harga beras premium hingga bumbu dapur dan mi instan seharga Rp120.000 per karton untuk dilaporkan ke komando atas. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa ketersediaan stok barang aman dan harga yang ditawarkan kepada masyarakat tidak mengalami kenaikan sepihak yang tidak terkendali,” ujarnya.
Kehadiran TNI di tengah pasar tradisional ini disambut baik oleh masyarakat dan pedagang karena memberikan rasa aman dalam bertransaksi. Melalui komunikasi sosial yang dilakukan, Babinsa juga mengingatkan para pedagang untuk tetap menjaga integritas dengan tidak menimbun stok barang pokok. ***

Post a Comment