Meureudu, newsataloen.com - Bupati Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) berupaya untuk mempercepat Penyediaan Ginian Sementara (Huntara), dan menargetkan pengungsi dapat keluar dari tenda pengungsian sebelum memasuki bulan suci Ramadhan
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Kabupaten Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi MA, S.Sos, ME, yang didampingi oleh Wakil Bupati Hasan Basri, ST,MM dan unsur Forkompinda Pidie Jaya, saat kunjungan Kepala Badan Penaggulangan Bencana Nasional Regional Indonesia Let Purn Suharyanto, dan Kepala Badan Penaggulangan Bencana Aceh beserta rombongan dalam merangka meninjau pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Gampong Manyang Cut Kecamatan Meureudu, Selasa 20 Januari 2026.
Bupati Sibral Malasyi mengungkapkan, Hingga saat ini, sebanyak 215 unit Huntara telah selesai dibangun dan siap dihuni oleh masyarakat terdampak bencana, dari delapan kecamatan dalam kabupaten Pidie Jaya yang dibangun di sejumlah lokasi strategis dan mudah dijangkau. "Sementara unit lainnya masih dalam proses dan ditargetkan rampung sebelum Ramadhan dan lebaran," Jelas Bupati.
Bupati Juga mengatakan bahwa pemerintah terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana melalui percepatan pembangunan dan penyerahan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemulihan yang terencana, terukur, dan berkeadilan.
Bupati Pidie Jaya menegaskan penyediaan Huntara untuk memastikan masyarakat terdampak segera keluar dari kondisi pengungsian yang tidak layak, seperti tenda, aula pertemuan, sekolah, dan tempat ibadah, menuju hunian sementara yang lebih aman dan manusiawi sambil menunggu pembangunan hunian tetap. “Ini bukan sekadar membangun tempat tinggal sementara, tetapi memastikan masyarakat bisa kembali hidup layak, sehat, dan bermartabat setelah bencana,” tegas Bupati.
Selain Huntara, Bupati juga mengatakan terkait persiapan berbagai skema lanjutan lainnya termasuk relokasi mandiri bagi warga yang memiliki lahan sendiri
bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana, untuk pembangunan hunian tetap dibantu oleh pemerintah pusat.
Keberadaan Huntara memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak, di antaranya Meningkatkan keamanan dan kesehatan dibandingkan tinggal di tenda, Memberi ruang hidup yang lebih layak bagi keluarga, Memungkinkan masyarakat kembali beraktivitas dan menata kehidupan sosial-ekonomi, Menjadi solusi transisi yang jelas menuju hunian tetap.
Bupati menegaskan bahwa seluruh proses pemulihan pascabencana akan terus dikawal secara transparan dan sesuai aturan, dengan mengutamakan kepentingan masyarakat. “Bersama kita bangkit, bersama kita pulih.(din/li)

إرسال تعليق