Gandapura, newsataloen.com – Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah di Desa Lapang Timu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Minggu (1/11/2026), berlangsung khidmat dan meriah. Kegiatan tersebut dipadati sekitar seribuan tamu undangan, termasuk kalangan anak-anak dan remaja.
Suasana peringatan Maulid semakin semarak dengan lantunan selawat panjang yang dipimpin oleh Tengku Mona. Di sela-sela kegiatan, para pemuda setempat turut membagikan nasi bungkus dan nasi kotak kepada para tamu undangan.
Pada kesempatan tersebut, Keuchik Lapang Timu, Muhammad Junaidi, juga menyerahkan santunan kepada sejumlah anak yatim di desa setempat.
Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perangkat desa turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Imam Desa Lapang Timu Tgk. Abdul Hamid, Sekretaris Desa Mursalin H. Ibrahim, Tuha Peut, Tgk. M. Daud Sulaiman, Tgk. Masri, Pimpinan Dayah Darussaadah Desa Cot Jabet Tgk. Rasyidin, Imam Besar Masjid Jamik Al Munawwarah Tgk. Muslim, Ustaz Ismail, M. Saleh Syam, serta tokoh masyarakat dari Desa Alue Mangki dan Desa Ie Rhob.
Imam Desa Lapang Timu, Tgk. Abdul Hamid, mengatakan bahwa pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini digelar secara sederhana. Meski demikian, kegiatan tersebut berlangsung penuh kekhusyukan dan diharapkan membawa keberkahan bagi masyarakat.
Menurutnya, peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW telah membawa perubahan besar bagi kehidupan umat manusia, terutama dalam membangun peradaban dan memperbaiki akhlak.
"Hal terpenting dalam kehidupan kita adalah memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang dibawa Rasulullah SAW, khususnya dalam memperbaiki akhlak manusia," ujar Tgk. Abdul Hamid.
Ia menambahkan, Rasulullah SAW merupakan suri teladan utama atau uswatun hasanah bagi umat Islam. Karena itu, keteladanan beliau harus diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari.
"Allah SWT menyebutkan bahwa akhlak Nabi Muhammad SAW sangat agung. Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an Surah Al-Qalam," jelasnya.
Sementara itu, Keuchik Lapang Timu, Muhammad Junaidi, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 masyarakat setempat berhasil membangun fasilitas tempat wudu di meunasah melalui swadaya masyarakat.
Pembangunan tempat wudu dengan desain arsitektur modern tersebut telah menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah. Namun, pengerjaannya belum sepenuhnya rampung, termasuk bagian teras meunasah.
"Masih dibutuhkan anggaran sekitar Rp100 juta lagi untuk menyelesaikan seluruh pembangunan fasilitas tersebut," ungkap Junaidi.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya kaum ibu, yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan dalam menyukseskan kegiatan Maulid serta pembangunan fasilitas keagamaan di desa tersebut.
Junaidi berharap seluruh bantuan, tenaga, dan kepedulian masyarakat menjadi amal ibadah serta mendapat balasan pahala dari Allah SWT. (tiar/red/ops/mi)

Post a Comment