/> Sah! Yusuf Saputra Pimpin PC PGRI Lhoksukon, Siap Jawab Tantangan Transformasi Pendidikan

Sah! Yusuf Saputra Pimpin PC PGRI Lhoksukon, Siap Jawab Tantangan Transformasi Pendidikan

 


Aceh Utara, newsataloen.com – Yusuf Saputra, S.Pd., M.Pd. resmi terpilih kembali sebagai Ketua Pengurus Cabang (PC) PGRI Lhoksukon periode 2026-2031 dalam Konferensi Cabang yang digelar di SMPN 1 Lhoksukon, Rabu (7/10/2026).

Mengusung tema "Aceh Utara Bangkit Dalam Pendidikan Berkualitas Bersama Guru Bermartabat dan Berkarakter", konferensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran guru sekaligus merumuskan langkah strategis demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Aceh Utara.

Usai terpilih, Yusuf Saputra menegaskan komitmennya untuk memperkuat internal organisasi. Ia mengajak seluruh elemen pendidikan dari semua jenjang untuk bergerak bersama meningkatkan mutu profesi guru.

"Mari kita tingkatkan kekompakan organisasi, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA. Komitmen kita bersama adalah menjadikan PGRI sebagai organisasi yang solid, adaptif, serta mampu menjawab seluruh tantangan zaman di era transformasi pendidikan ini," ujar Yusuf.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPD PGRI Kabupaten Aceh Utara, Syeh Mulyadi, yang membuka resmi kegiatan tersebut menyatakan bahwa PC PGRI Lhoksukon harus mampu menjadi barometer dan motor penggerak bagi cabang-cabang lain. Mengingat, Lhoksukon merupakan pusat dan ibu kota Kabupaten Aceh Utara



"Tantangan dunia pendidikan ke depan semakin kompleks dan harus direspons cepat dari sini. Kita semua dituntut untuk melek teknologi dan adaptif terhadap kurikulum baru, tanpa mengesampingkan nilai-nilai moral serta karakter islami yang menjadi ciri khas daerah kita," kata Syeh Mulyadi.

Ia menambahkan, konferensi lima tahunan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sarana evaluasi total, konsolidasi internal, sekaligus wahana regenerasi kepemimpinan yang sehat.

PGRI Aceh Utara menaruh harapan besar agar kepengurusan baru melahirkan program kerja progresif yang menyentuh kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar urusan administratif.

"Mulai dari peningkatan kompetensi guru, pemberian perlindungan hukum profesi, hingga memperjuangkan kesejahteraan para guru di Lhoksukon. Baik mereka yang berstatus ASN, PPPK, maupun para guru bakti dan honorer yang selama ini menjadi garda terdepan pendidikan kita," tegas Syeh Mulyadi.

Di akhir sambutannya, Syeh Mulyadi turut menyampaikan apresiasi tertinggi kepada pengurus periode sebelumnya atas dedikasi mereka, serta mengajak seluruh anggota memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah demi mewujudkan pendidikan yang bermartabat dan berkualitas. (tim/red). 


Post a Comment

أحدث أقدم