Aceh Utara I Gebrak24.com — Keluarga besar SMA Negeri 1 Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan khidmat dan meriah di lingkungan sekolah setempat, Rabu (7/10/2026). Mengusung tema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Generasi Islami yang Berakhlak Mulia", kegiatan ini diisi rangkaian acara religius serta panggung unjuk bakat para siswa.
Acara diawali lantunan zikir bersama yang menggema di seantero sekolah, dilanjutkan penampilan seni teater Islami, lomba sambung ayat suci Al-Qur’an, hingga penampilan Syarhil Qur’an yang menarik perhatian seluruh hadirin.
Kepala SMAN 1 Lhoksukon, Zulkifli, S.Pd., mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat atas terselenggaranya acara dengan sukses.
"Penting bagi kita semua, terutama para siswa/i, untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. Bukan sekadar seremonial, tetapi benar-benar kita implementasikan dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari," ujar Zulkifli dalam arahannya sekaligus membuka kegiatan keagamaan yang berlangsung di lingkungan sekolah setempat.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap dapat membentuk karakter siswa-siswi SMAN 1 Lhoksukon yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah yang kokoh.
Ketua OSIS, Fajar, mengajak seluruh siswa untuk memetik hikmah dari peringatan maulid tahun ini. "Mari kita jadikan momen maulid ini sebagai sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan prestasi berlandaskan iman," ujar Fajar.
Puncak acara diisi ceramah oleh Ustaz Fajri Syahabuddin, S.Pd.I., M.Ag. Beliau mengingatkan bahwa menghidupkan sunnah Nabi tak harus selalu dari perkara besar — senyuman tulus kepada sesama pun sudah termasuk ibadah dan sedekah.
"Senyum itu sederhana, namun mampu membuat orang lain merasa dihargai. Rasulullah SAW bersabda: senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah," ujarnya.
Ustaz Fajri juga mengajak seluruh warga sekolah membangun lingkungan bebas perundungan, dengan pesan utama: hentikan merendahkan kekurangan orang lain, jaga perasaan sesama, dan biasakan saling menyapa serta menguatkan. Ia menegaskan, kesuksesan seseorang bukan hanya dari gelar atau jabatan, melainkan dari perbaikan akhlak.
"Orang berilmu tanpa akhlak belum sempurna. Orang berjabatan tanpa akhlak belum bisa menjadi teladan," tegasnya.

إرسال تعليق