Aceh Utara, newsataloen.com - Kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat dan kestabilan ekonomi di Bumi Serambi Mekkah terus ditunjukkan jajaran Kodim 0103/Aceh Utara. Babinsa Koramil 28/Pirak Timu, Serda Juliandi, melaksanakan pengecekan harga sembako secara langsung di Pasar Tradisional Keude Alue Bungkoh, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara. Minggu (11 Oktober 2026).
Pemantauan harga komoditas pangan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap aman serta memantau fluktuasi harga kebutuhan sehari-hari bagi warga setempat. Langkah tersebut merupakan wujud nyata pengabdian teritorial dalam membantu pemerintah daerah mengantisipasi lonjakan harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik.
Dalam peninjauan di lapak para pedagang, Serda Juliandi mencatat secara rinci daftar harga berbagai kebutuhan pokok. Dari hasil pengecekan di lapangan, tercatat harga beras medium berada di kisaran Rp15.000 per kilogram, beras premium Rp14.000 per kilogram, gula pasir Rp19.000 per kilogram, serta minyak goreng curah Rp22.000 per kilogram.
Sementara itu, komoditas bumbu dapur seperti cabai merah keriting dan cabai rawit hijau stabil di harga Rp25.000 per kilogram, bawang merah Rp35.000 per kilogram, serta daging sapi terpantau stabil pada angka Rp150.000 per kilogram.
Kegiatan pengecekan pasar ini juga menjadi sarana bagi Babinsa untuk mendengarkan langsung keluh kesah para pedagang dan pembeli terkait dinamika harga barang di pasaran. Melalui komunikasi sosial yang hangat dan humanis di tengah kesibukan pasar, hubungan kekeluargaan antara TNI dan warga binaan semakin erat terjalin. Para pedagang dan masyarakat Keude Alue Bungkoh menyambut baik kehadiran aparat kewilayahan yang turun langsung memantau situasi pasar, sehingga warga merasa terbantu dan lebih tenang dengan adanya pengawasan rutin tersebut.
Kodim 0103/Aceh Utara melalui Babinsa Koramil 28/Pirak Timu, Serda Juliandi, menegaskan bahwa kegiatan pengawasan sembako ini akan terus dilakukan secara berkala di berbagai wilayah binaan. Diharapkan, melalui langkah antisipatif dan kebersamaan ini, ketersediaan pangan di Kabupaten Aceh Utara tetap stabil serta membawa ketenangan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat. ***

Post a Comment