![]() |
| Dr.Iswadi |
Jakarta, newsataloen.com - Polemik mengenai dugaan praktik demo bayaran yang belakangan menjadi perbincangan publik dinilai tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Fenomena tersebut berpotensi mencederai nilai-nilai demokrasi apabila benar dilakukan untuk kepentingan tertentu yang tidak mencerminkan aspirasi masyarakat secara murni.
Menyikapi hal tersebut, akademisi dan pengamat kebijakan publik Dr. Iswadi mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan nasional serta mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatan demi menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional.
Dr. Iswadi, demokrasi Indonesia memberikan ruang yang sangat luas bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, kritik, dan aspirasi kepada pemerintah. Namun kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi.
Demonstrasi adalah hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi. Tetapi apabila aksi yang dilakukan lebih didorong oleh imbalan atau kepentingan tertentu dibandingkan perjuangan aspirasi rakyat, maka hal itu berpotensi merusak marwah demokrasi dan menciptakan persepsi negatif di tengah masyarakat, ujar Dr. Iswadi.
Ia menegaskan bahwa setiap dugaan mengenai praktik demo bayaran harus dibuktikan secara objektif berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, seluruh pihak diminta tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi yang berkembang di media sosial.
Dr. Iswadi menilai bahwa di tengah tantangan global yang semakin kompleks, Indonesia membutuhkan suasana politik yang kondusif dan stabil. Stabilitas tersebut menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memastikan berbagai program pembangunan dapat berjalan sesuai target.
“Bangsa ini sedang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global hingga persaingan antarnegara yang semakin ketat. Karena itu, energi bangsa seharusnya difokuskan untuk mendukung pembangunan dan memperkuat persatuan, bukan terjebak dalam konflik yang dapat menghambat kemajuan,” katanya.
Dr. Iswadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghormati hasil demokrasi yang telah melahirkan pemerintahan yang sah. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah memperoleh mandat rakyat melalui proses konstitusional sehingga seluruh pihak perlu memberikan ruang bagi pemerintah untuk bekerja dan menyelesaikan program-program yang telah direncanakan.
Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap pemerintah bukan berarti menutup ruang kritik. Kritik tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun kritik harus disampaikan secara konstruktif, berlandaskan data, serta bertujuan memberikan solusi demi kepentingan masyarakat luas.
Kritik yang sehat akan memperkuat demokrasi. Sebaliknya, provokasi yang dibangun tanpa dasar yang jelas hanya akan memperlebar perpecahan dan melemahkan persatuan bangsa. Saat ini yang dibutuhkan Indonesia adalah kolaborasi, bukan konfrontasi yang berkepanjangan, tegasnya.
Dr. Iswadi juga mengingatkan bahwa sejarah telah menunjukkan bagaimana persatuan menjadi kunci utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan. Perbedaan pandangan politik merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi, namun kepentingan nasional harus tetap menjadi prioritas bersama.
Seluruh elemen bangsa, mulai dari mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan hingga media massa memiliki peran strategis dalam menjaga suasana yang kondusif dan mendorong lahirnya demokrasi yang sehat.(rel).

Post a Comment