Aceh Utara, newsataloen.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 dengan semangat transformasi. Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, memimpin langsung upacara peringatan tersebut di Lapangan Kantor Bupati, Senin (4/5/2026).
Membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Wabup Tarmizi mengusung visi besar "Pendidikan Bermutu untuk Semua". Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses memanusiakan manusia melalui sistem Among (Asah, Asih, Asuh) warisan Ki Hajar Dewantara.
Fokus Kesejahteraan Guru dan DigitalisasiSalah satu poin krusial yang disampaikan adalah komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Di tahun 2026 ini, pemerintah menargetkan beasiswa bagi 150.000 guru melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
"Guru adalah penggerak peradaban. Pemerintah memberikan beasiswa Rp3 juta per semester bagi guru yang belum S1. Selain itu, tunjangan sertifikasi kini ditingkatkan dan ditransfer langsung setiap bulan untuk menjamin kepastian finansial mereka," ujar Tarmizi saat membacakan pidato Menteri.

Di sisi teknologi, pemerintah melaporkan capaian digitalisasi yang masif. Sebanyak 288.000 sekolah di seluruh Indonesia kini telah dilengkapi Papan Interaktif Digital (PID), didukung dengan revitalisasi fisik di 16.167 satuan pendidikan dalam 18 bulan terakhir.
Selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, lingkungan sekolah kini diarahkan menjadi "rumah kedua" melalui konsep budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Fokus utama lainnya mencakup Pemberantasan perundungan secara total. Penguatan Karakter: Melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH). Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelatihan Coding dan Kecerdasan Artifisial (AI) bagi para guru.
Pemkab Aceh Utara juga mendukung penuh upaya perluasan akses pendidikan bagi masyarakat di pelosok maupun yang terkendala ekonomi.
Hal ini diwujudkan melalui Sekolah Satu Atap, Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), serta penguatan sekolah inklusi bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)."Transformasi pendidikan tidak boleh sekadar formalitas. Dibutuhkan 'Tiga M': Mindset yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus," tegas Tarmizi di hadapan jajaran ASN, guru, dan siswa yang hadir.
Upacara ini turut dihadiri oleh Plt. Sekda H. Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., Kakankemenag, jajaran Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, serta tokoh pendidikan di lingkungan Aceh Utara. ***

إرسال تعليق