MEDAN, newsataloen.com – Pada Jum'at (01/05/2026) - Memperingati Hari Buruh Nasional, komunitas *Sembiring Farm* menggelar aksi reflektif bertajuk perjalanan budaya ke Pantai Pondok Permai, Pantai Cermin, Deli Serdang, Jumat, 1/5/2026.
Sebanyak 40 anggota komunitas berangkat dari Medan pukul 09.00 WIB. Aksi ini dikoordinir oleh *Bp. Herunesia* selaku ketua, *Bp. Raymon* selaku sekretaris, *Bp. Grace* selaku bendahara, dan *Bp. Anditori*.
Bagi Sembiring Farm, perjalanan ini bukan sekadar rekreasi, melainkan manifesto politik-budaya melawan liberalisme dan dominasi kaum borjuis yang dinilai mengeksploitasi buruh tanpa memanusiakan raga.
*Filsafat “Family Taksi”: Melawan Alienasi Kerja*
Inspirasi gerakan ini berakar dari lagu legendaris Karo, *Family Taksi* karya Djaga Sembiring Depari. Bagi Sembiring Farm, lagu itu menggambarkan luka buruh transportasi yang terjepit antara kerasnya aspal dan desakan ekonomi.
“Kami bawa semangat _Family Taksi_ sebagai simbol perlawanan. Di era liberal dan digital, buruh sering diperlakukan seperti mesin. Lewat perjalanan ini kami tegaskan bahwa buruh berdaulat atas waktu dan martabatnya sesuai nilai *Pancasila*,” ujar Bp. Herunesia.
*Lirik Lengkap: Family Taksi*
_Karya: Djaga Sembiring Depari_
_Ciger warina, ciger warina_
_Aron i juma paksa ngadi-ngadi_
_Aron i juma paksa ngadi-ngadi_
_Oh turang singuda, morah kel ateku_
_Nggo rulut-ulut, kel ateku jadi_
_Nggo rulut-ulut, kel ateku jadi_
*Reff:*
_Pamili taksi dalanna kahe kolu, turang_
_Dalan-ndalani pasarna si nggedang_
_Uga nge ndia deba kubahan bangku, turang_
_Kenang ateku jadi, jadi lanai teralang_
_Mbiar kel aku, turang_
_Mbiar kel aku encidahken ukur_
_Aru ateku, turang_
_Aru ateku ukurndu erkusur_
_Percakap kena e, pengodak kena e_
_Erbahan bene, erbahan aku bene_
_Erbahan bene, bene kel aku, turang_
_Pamili taksi dalanna kahe kolu, turang_
_Dalan-ndalani pasarna si nggedang_
_Uga nge ndia deba kubahan bangku, turang_
_Kenang ateku jadi, jadi lanai teralang_
*Tinjauan Ideologi Pancasila*
Perjuangan Sembiring Farm disebut sebagai manifestasi nyata butir-butir Pancasila menghadapi tantangan zaman:
1. *Kemanusiaan yang Adil dan Beradab*: Melawan alienasi kerja di mana buruh dipisahkan dari martabatnya. Teknologi dan modal harus mengabdi pada manusia.
2. *Keadilan Sosial*: Menolak dominasi borjuasi dan neoliberalisme digital yang memperlebar jurang antara pemilik modal dan pekerja kecil.
3. *Persatuan Indonesia*: Memperkuat solidaritas kelas dan gotong royong sebagai benteng budaya melawan arus liberalisme global.
*Pesan untuk Hari Buruh*
Bp. Raymon dan Bp. Anditori menegaskan, kehadiran mereka di pantai adalah bentuk nyata kedaulatan atas waktu. “Hari ini kami berhenti sejenak dari rutinitas eksploitatif untuk merenung. Buruh adalah pilar bangsa, bukan komoditas,” kata mereka.
Rangkaian acara ditutup dengan diskusi budaya di tepi pantai, menegaskan bahwa nilai _Gotong Royong_ harus tetap menjadi panglima dalam ekonomi nasional.
*Selamat Hari Buruh May Day. Hidup Buruh, Hidup Rakyat Kecil!* (Citra PakJaras)

Post a Comment