Oleh: Martin Sembiring_Praktisi Elektrifikasi_
Di bawah langit asing, karyamu menyinari dunia. Inovasi *4G LTE* dari *Khoirul Anwar*, solusi *persamaan Helmholtz* oleh *Yogi Ahmad Erlangga*, hingga revolusi *semikonduktor* dari *Nelson Tansu* membuktikan kecerdasan Indonesia diakui global. Begitu pula kepakaran *Josaphat Tetuko Sri Sumantyo* dalam *radar satelit*. Kalian bukti bahwa otak bangsa ini tidak pernah kalah saing.
Terutama untukmu, *Ricky Elson* dan para ahli *motor penggerak mobil listrik* di perantauan. Kami di tanah air berjuang di garis depan demi kemandirian energi. Perjuangan ini butuh kepakaranmu agar kendaraan masa depan benar-benar lahir dari rahim bangsa sendiri.
Negara menanti kepulanganmu, wahai ksatria di seberang sana. *KIT BATANG menunggumu*. Dengarkan denyut asa kami di setiap lini pembangunan. Ingatlah sosok *perempuan, sang Kartini negeri*, sang Empu pemilik kehidupan. Di balik setiap inovasi, ada doa ibu dan perempuan hebat yang berharap ilmumu membebaskan bangsa dari ketergantungan.
Birokrasi mungkin menyesakkan. Namun jika bukan kita yang mendobrak, siapa lagi? Perubahan lahir dari mereka yang berani pulang untuk memperbaiki yang kurang.
*Jangan biarkan gagasamu hanya menjadi sejarah di tanah orang.*
Tanah air ini belum sempurna, tetapi ia punya satu hal yang tak dimiliki negara lain: *ikatan darah dan harapan jutaan rakyat*. Bawalah pulang ilmu dan pengalamanmu. Jadikan Indonesia bukan pasar teknologi impor, melainkan pusat inovasi dunia.
Kembalilah. Kami menunggumu bergerak bersama, membangun kedaulatan di atas kaki sendiri. ***

Post a Comment